Buka konten ini
NONGSA (BP) – Libur sekolah pertengahan tahun ini terasa seperti musim mudik. Lonjakan penumpang mulai terlihat di bandara dan pelabuhan Batam.
Maskapai Lion Air Group mencatat dua rute favorit yang permintaannya terus meningkat, sementara PT PELNI menghadirkan diskon besar-besaran hingga 50 persen untuk tiket kapal, menjadikan moda transportasi laut sebagai primadona alternatif.
Di sektor penerbangan, Lion Air Group menyatakan siap menambah frekuensi terbang (extra flight) dari Batam, khususnya untuk rute Batam–Kualanamu dan Batam–Surabaya. Area Manager Lion Air Group Kepri, Amar Fernando, mengatakan tren kenaikan penumpang sudah terpantau sejak awal pekan.
“Pola pembelian tiket sejauh ini masih mirip dengan musim libur sebelumnya, tetapi permintaan untuk dua rute itu cukup menonjol. Kami sudah siapkan rencana extra flight bila permintaan terus naik,” ujar Amar, Selasa (24/6).
Meski belum ada kenaikan harga, Lion Air tetap memberi potongan harga bagi penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi BookCabin. Diskon sebesar 15 persen berlaku untuk semua maskapai di bawah Lion Air Group, termasuk Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, Thai Lion Air, hingga Batik Air Malaysia.
“Kami tetap konsisten memberikan harga yang kompetitif. Soal penambahan frekuensi, kami akan pantau terus. Kalau banyak peminat, akan kami buka penerbangan tambahan,” tambah Amar.
Sementara itu, dari Pelabuhan Sekupang, suasana tak kalah sibuk. PT PELNI (Persero) melaporkan peningkatan penumpang sebesar 9 persen selama 1–22 Juni 2025 dibandingkan periode liburan tahun lalu. Total 13.619 penumpang tercatat telah berangkat menggunakan kapal PELNI dari Batam, berkat program diskon tarif hingga 50 persen.
“Diskon ini bukan hanya soal harga murah. Ini akses, ini keadilan bagi banyak warga yang ingin pulang kampung atau sekadar jalan-jalan bersama keluarga,” kata Edwin Kurniansyah, Kepala Cabang PT PELNI Batam.
Rute Belawan dan Tanjung Priok masih menjadi yang paling diburu penumpang. Untuk itu, PELNI menambah petugas di pelabuhan, memperkuat layanan loket, dan memastikan standar keselamatan pelayaran tetap terjaga meski dengan kapasitas dispensasi dari Kementerian Perhubungan.
Program diskon ini berlaku sampai 31 Juli 2025, namun Edwin mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket karena kuota terbatas. “Beberapa jadwal favorit sudah hampir habis. Kalau bisa, beli tiket sekarang sebelum kehabisan,” ujarnya.
Di lapangan, banyak cerita hangat dari para penumpang. Rina Marlina, warga Batam yang membawa dua anaknya pulang ke Medan, mengaku bisa pulang kampung setelah bertahun-tahun tertunda.
“Biasanya saya harus pikir dua kali untuk pulang. Tapi sekarang, dengan diskon ini, saya akhirnya bisa ajak anak-anak ketemu orang tua di Medan,” ujarnya sambil menggendong putranya.
Senada, Yudi, pekerja serabutan tujuan Belawan, mengaku merasa benar-benar diperhatikan pemerintah.
“Saya lama enggak pulang. Begitu tahu ada potongan harga, langsung beli tiket. Ini baru terasa pemerintah peduli,” katanya.
Dengan kombinasi potongan harga di laut dan rencana penambahan penerbangan di udara, libur sekolah kali ini menjelma seperti mini musim mudik.
Dan Batam, sebagai kota transit sekaligus rumah bagi ribuan perantau, kembali jadi simpul penting dalam mobilitas nasional. (*)
Reporter : Yashinta – Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK