Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Di tengah memburuknya situasi geopolitik dunia dan kekhawatiran meletusnya Perang Dunia Ketiga, sebuah kabar mengejutkan namun melegakan datang dari laporan terbaru SeAsiaStats.
Indonesia, negeri kepulauan yang dikenal akan keberagaman dan semboyan Bhinneka Tunggal Ikanya, dinobatkan sebagai salah satu negara yang dianggap paling aman jika konflik global benar-benar pecah.
Laporan ini bukan sekadar daftar acak. Ini adalah pengakuan atas posisi strategis Indonesia dalam kancah internasional, bukan karena kekuatan senjata atau aliansi militer, tapi karena kebijakan damai dan netralitas yang telah lama dipegang teguh.
Diketahui, sejak era Presiden Soekarno, Indonesia telah menganut prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, tidak memihak blok manapun, namun aktif memperjuangkan perdamaian dunia.
Ini bukan sekadar retorika, tetapi kompas moral yang terus dijaga hingga hari ini. Sikap ini menjadi ’tameng diplomatik’ yang membuat Indonesia nyaris tak terseret ke dalam konflik besar antarnegara adidaya.
Tidak seperti banyak negara lain yang memilih berpihak atau terlibat langsung dalam berbagai konflik regional, Indonesia memilih jalur yang lebih tenang: diplomasi, mediasi, dan dialog.
Letak Geografis: Perisai Alami dari Zona Panas Dunia
Dengan lebih dari 17.000 pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak negara. Letaknya yang jauh dari pusat-pusat konflik dunia seperti Timur Tengah, Eropa Timur, atau Semenanjung Korea, menjadikannya relatif aman dari potensi serangan langsung jika perang global benar-benar terjadi.
Kepulauan yang tersebar juga menjadi hambatan alami bagi kekuatan militer asing yang ingin menginvasi. Ini bukan benteng buatan, tapi perisai geografis yang terbentuk secara alami.
Militer yang Tidak Agresif, Fokus pada Pertahanan
Berbeda dengan negara-negara yang memiliki militer ekspansif, Indonesia justru menjaga postur militernya tetap defensif. Fokus utamanya adalah menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan dalam negeri, bukan terlibat dalam petualangan militer luar negeri. Sikap ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara damai, bukan karena lemah, tapi karena memilih tidak menambah ketegangan global. Sumber Daya dan Ketahanan Sosial: Modal Bertahan di Tengah Krisis.
Selain faktor politik dan geografi, kekayaan alam Indonesia menjadi senjata tak kasat mata dalam menghadapi situasi darurat. Dengan tanah subur, cadangan air yang cukup, dan beragam sumber daya alam, Indonesia diyakini mampu menopang kebutuhan dalam negeri jika rantai pasokan global terganggu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Iman Wachyudi