Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Kondisi Jalan Sudirman persisnya di jalur lambat dekat Perumahan Anggrek Mas, Batam Kota, masih dibiarkan rusak setelah ambles, beberapa bulan lalu. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait. Minimnya penerangan di lokasi membuat kondisi jalan makin berbahaya saat malam hari.
Pantauan Batam Pos, jalur rusak tersebut hanya dibatasi seutas pembatas plastik sebagai penanda bahaya. Tidak terlihat rambu peringatan ataupun lampu penerangan yang memadai. Padahal, jalan tersebut berada di pinggir ruas utama yang cukup padat dilalui kendaraan.
“Kalau siang masih bisa terlihat karena ada cahaya. Tapi kalau malam, gelap gulita. Jalannya ambles dan nyaris tidak kelihatan,” ujar Riko, pengendara roda dua, Senin (23/6).
Ia mengaku khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan. Terlebih, area sekitar jalur lambat itu berada di bawah rimbunan pepohonan, sehingga semakin gelap saat malam tiba. Apalagi, tak sedikit pengendara yang baru pertama kali melintas dan tidak tahu kondisi jalan.
“Kalau hujan, makin bahaya. Jalan amblasnya sudah hampir setengah jalur. Kalau lengah, bisa masuk ke lubang,” katanya.
Hal senada disampaikan Yanto, pengemudi ojek online yang kerap melintas di jalur tersebut. Ia mengaku beberapa kali hampir celaka karena mendadak harus menghindar dari bagian jalan yang rusak. “Pernah ada mobil tiba-tiba banting setir karena kaget. Kalau begini terus, tinggal tunggu waktu saja sampai ada korban,” ucapnya.
Warga mendesak agar instansi teknis segera mengecek dan menindaklanjuti kondisi ini. Mereka menilai penundaan hanya akan memperbesar risiko kecelakaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Dohar, belum memberikan keterangan saat dihubungi Batam Pos hingga berita ini diterbitkan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan pihaknya sudah menerima laporan dan akan menindaklanjutinya. Ia juga menyebutkan bahwa titik kerusakan tersebut sebenarnya sudah pernah diajukan ke BP Batam untuk ditangani.
“Kami akan cek langsung ke lokasi dan menentukan langkah perbaikannya. Lokasi itu sudah kami sampaikan sebelumnya, dan saat ini sudah masuk dalam kegiatan APBD Perubahan tahun ini,” jelas Suhar. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK