Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Jumlah kasus infeksi menular seksual (IMS), khususnya sifilis, meningkat drastis di kalangan generasi Z—usia 15 hingga 24 tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tren kenaikan ini menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai bahwa peningkatan ini mencerminkan lemahnya upaya negara dalam memberikan perlindungan serta rendahnya kesadaran masyarakat akibat kurangnya edukasi seksual. Sifilis sendiri merupakan penyakit menular yang disebarkan melalui hubungan seksual dengan individu yang telah terinfeksi.
“Peningkatan kasus sifilis ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga mencerminkan kelemahan sistem perlindungan terhadap generasi muda,” ujar Netty pada Minggu (22/6).
Ia menambahkan, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, minimnya edukasi, serta lemahnya ketahanan keluarga menjadi faktor utama yang turut memicu lonjakan ini.
Menurut data Kemenkes, wilayah dengan kasus terbanyak meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali. Tercatat, lebih dari 4.500 kasus IMS terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun, dan sekitar 48% di antaranya merupakan sifilis, yakni sebanyak 2.191 kasus.
Sementara itu, kelompok usia di atas 25 tahun tetap mencatat angka IMS tertinggi, dengan konsistensi lebih dari 30.000 kasus setiap tahun selama tiga tahun terakhir.
Netty menekankan pentingnya perlindungan kesehatan reproduksi yang menyeluruh dan berbasis nilai budaya Indonesia. Ia mendorong pemerintah untuk segera memperkuat edukasi tentang kesehatan reproduksi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.
Selain itu, ia mengusulkan agar layanan deteksi dini sifilis disediakan secara gratis dan bersifat rahasia di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, guna mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tanpa rasa takut.
Terakhir, Netty menekankan perlunya memperkuat ketahanan keluarga serta sistem perlindungan bagi anak dan remaja, agar mereka memiliki fondasi nilai yang kuat serta lingkungan yang mendukung untuk menjalani gaya hidup sehat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO