Buka konten ini
SEOUL (BP) – Kekhawatiran akan tekanan Amerika Serikat terhadap industri semikonduktor menjadi agenda utama dalam lawatan Menteri Perdagangan Korea Selatan, Yeo Han-koo, ke Washington pekan ini. Ia dijadwalkan menghadiri putaran ketiga pembicaraan teknis tarif dagang antara dua sekutu lama itu.
“Saya akan menyampaikan kekhawatiran yang berkembang di kalangan pelaku industri, dan akan sangat berhati-hati dalam setiap langkah,” ujar Yeo kepada media sebelum berangkat, Minggu (22/6).
Pernyataan tersebut merespons kekhawatiran bahwa pemerintah AS berpotensi menerapkan kebijakan yang menyulitkan produsen chip asing, termasuk dari Korea Selatan, untuk melanjutkan operasionalnya di Tiongkok.
Tak hanya itu, Yeo juga memberi sinyal bahwa tenggat waktu penyelesaian negosiasi yang ditetapkan pada 8 Juli bisa saja molor.
“Menghadapi ketidakpastian politik dan ekonomi di AS, pembicaraan bisa berlanjut melewati tanggal tersebut,” katanya.
Korea Selatan saat ini masih dikenai tarif umum sebesar 10 persen oleh Amerika Serikat, dengan tambahan tarif khusus sebesar 25 persen yang tengah ditangguhkan selama 90 hari. Dalam putaran pertama negosiasi pada akhir April lalu, kedua negara sepakat menyusun kerangka kesepakatan baru guna menurunkan tarif sebelum batas waktu tersebut.
Yeo sendiri baru diangkat oleh Presiden Lee Jae-myung awal Juni, tak lama setelah kemenangan Lee dalam pemilu kilat pada 3 Juni. Dalam masa kampanyenya, Presiden Lee menyuarakan sikap hati-hati terhadap kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat dan menegaskan pentingnya menjaga kepentingan nasional.
Selain isu semikonduktor dan tarif, Yeo juga akan membahas permintaan Washington agar Seoul melonggarkan aturan impor daging sapi dari Amerika. Ia dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pejabat Gedung Putih dan anggota Kongres selama kunjungannya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO