Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat langkah pencegahan penularan HIV dengan memperluas akses layanan deteksi dini dan edukasi masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), upaya ini diprioritaskan demi menekan laju kasus baru, yang hingga Mei 2025 tercatat mencapai 193 kasus.
Kepala Dinkes Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa deteksi dini merupakan kunci untuk memutus rantai penularan HIV, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil.
“Salah satu fokus kami adalah skrining ibu hamil. Jika hasilnya positif, kami langsung intervensi agar tidak menular ke bayinya,” jelas Didi, Kamis (19/6).
Skrining ini menjadi bagian dari program nasional triple eliminasi, yang mencakup pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B. Didi menambahkan, anak-anak yang sudah terinfeksi HIV juga mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) yang disesuaikan dengan berat badan mereka.
Saat ini, masyarakat Batam bisa mengakses layanan pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis di 21 puskesmas dan 11 rumah sakit. Selain itu, tersedia juga layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang menjangkau kelompok-kelompok yang belum terlayani secara optimal.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa deteksi dini itu sangat penting. Semakin cepat diketahui, semakin baik pengobatannya dan risiko menularkan ke orang lain bisa ditekan,” ujarnya.
Didi menyampaikan, meskipun jumlah kasus baru masih tergolong tinggi, terapi ARV secara rutin mampu menurunkan viral load hingga pada titik tidak terdeteksi. Hal ini membuat penderita tetap bisa menjalani hidup sehat dan produktif.
“Jika pengobatan dijalankan dengan baik, risiko penularan bisa ditekan hampir nol,” imbuhnya.
Layanan rujukan pemeriksaan HIV saat ini tersedia di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Awal Bros, RSBP, RS Elisabeth, RS Harapan Bunda, RS Keluarga Husada, RSUD Embung Fatimah, dan RS Bunda Halimah.
“Kami harap masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri. Layanan kami aman, gratis, dan bersifat rahasia,” tutup Didi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK