Buka konten ini
ANTUSIASME pelajar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk masuk sekolah negeri tahun ini melonjak tajam. Hingga penutupan masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025/2026, Sabtu (14/6), total pendaftar tercatat mencapai 28 ribu siswa. Kota Batam mendominasi angka tersebut.
Berdasarkan data resmi laman SPMB Kepri, sebanyak 14.519 siswa mendaftar ke jenjang SMA di 96 sekolah, sementara 13.697 lainnya memilih SMK negeri yang tersebar di 48 sekolah di seluruh Kepri. Lonjakan ini jauh melebihi daya tampung yang tersedia.
Di Kota Batam saja, kuota yang tersedia hanya sekitar 18 ribu kursi. Padahal, minat masyarakat terhadap sekolah negeri terus meningkat tiap tahun. Tak heran, kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.
Untuk jenjang SMA, Batam hanya mampu menampung 9.636 siswa, tersebar di 29 sekolah. Sekolah unggulan seperti SMAN 1, 3, 4, 5, dan 25 punya daya tampung terbanyak, masing-masing hingga 528 siswa. Sebaliknya, ada juga sekolah seperti SMAN 6 dan 7 yang hanya mampu menerima satu rombongan belajar (rombel) berisi 36 siswa.
Sementara itu, daya tampung SMK negeri di Batam hanya 7.810 kursi di 11 sekolah. SMKN 5 Batam tercatat sebagai yang paling besar, sanggup menerima hingga 1.440 siswa baru.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri Wilayah Batam, Kasdianto, mengakui kondisi ini. Pihaknya sudah mengusulkan penambahan kuota kepada pemerintah pusat.
”Misalnya, kami usulkan agar jumlah siswa per rombel di SMAN 8 bisa dinaikkan jadi 48 orang,” ujarnya.
Tiga Jalur Seleksi
SPMB tahun ini dibuka melalui tiga jalur utama: prestasi, afirmasi, dan domisili. Jalur prestasi memprioritaskan siswa berprestasi, dengan komposisi penilaian 70 persen nilai rapor semester 1–5, dan 30 persen prestasi lomba.
Jalur afirmasi mengakomodasi siswa dari keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, dan anak panti asuhan. Kuota jalur ini sebesar 15 persen. Adapun jalur domisili sebesar 10 persen, ditujukan bagi siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah tujuan.
Setelah pendaftaran ditutup, proses selanjutnya adalah verifikasi data pada 16–25 Juni, pengumuman hasil seleksi pada 28 Juni, dan daftar ulang pada 30 Juni hingga 2 Juli 2025. Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dijadwalkan 21–25 Juli 2025.
Demi menjamin objektivitas dan integritas proses, Dinas Pendidikan Kepri membentuk Posko Bersama Verifikasi Administrasi. Langkah ini tertuang dalam surat resmi bernomor B/400.3/634/DISDIK/2025 tertanggal 21 Mei 2025. Tujuannya, menghindari intervensi dan diskriminasi dalam PPDB.
Posko verifikasi ini menerapkan sistem silang: berkas siswa SMA diverifikasi tim SMK, dan sebaliknya. “Langkah ini untuk menjamin netralitas,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung.
Posko Menyebar di Sekolah Strategis
Di Batam, lima posko utama ditempatkan di sekolah strategis. Contohnya, SMKN 4 Batam menangani pendaftar ke SMAN 1, 4, 12, 14, 24, dan 29. SMKN 1 Batam memverifikasi berkas SMAN 5, 16, 17, 18, 19, 23, 27, dan 28. Sementara SMKN 7 Batam bertanggung jawab atas pendaftar ke SMAN 3, 8, 15, 20, 21, 25, dan 26.
Untuk berkas pendaftar SMK, proses verifikasi dilakukan di SMAN 5 dan SMAN 3 Batam, sesuai zona sekolah.
Kasdianto menambahkan, proses verifikasi akan disiarkan secara langsung dan terbuka untuk publik. “Dinas, Ombudsman, dan Tim Saber Pungli turut mengawasi untuk menjamin proses yang adil dan transparan,” tegasnya. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK