Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Suasana berbeda terasa di SMK Negeri (SMKN) 1 Batam di Batuaji sejak Senin (10/6). Para siswa tampak antusias menyambut Program Makan Bergizi (MBG) gratis yang resmi dimulai di sekolah mereka.
Program yang digagas pemerintah pusat ini menyasar siswa jenjang SD hingga SMA/SMK di seluruh Indonesia. Tujuannya tak sekadar mengenyangkan, tapi juga menjamin asupan gizi yang seimbang demi meningkatkan konsentrasi belajar dan menekan angka stunting.
Khusus di SMKN 1 Batam, program ini diperuntukkan bagi siswa kelas X dan XI. Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), ada sekitar 2.000 siswa yang tercatat sebagai penerima manfaat. Sementara itu, siswa kelas XII tak lagi masuk dalam program karena telah menyelesaikan masa belajar.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, menyambut baik pelaksanaan program ini. Menurutnya, makan siang gratis tak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tapi juga bisa mengurangi kebiasaan jajan sembarangan.
“Ini program bagus. Siswa tak perlu lagi bawa bekal atau jajan di luar. Makanannya sudah disediakan dan gizinya terukur,” ujar Deden, kemarin.
Untuk menjaga ketertiban, sekolah menerapkan sistem piket kelas. Setiap hari, lima siswa dari tiap kelas ditunjuk untuk mengambil dan membagikan makanan kepada teman-temannya. Sistem ini dibuat bergilir agar semua siswa ikut terlibat dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.
Distribusi makanan pun dilakukan secara terjadwal antar kelas guna menghindari antrean dan kerumunan. Menu yang disajikan disusun dengan memperhatikan standar gizi dari Kementerian Kesehatan. Setiap porsi berisi karbohidrat, protein, dan sayuran segar.
Secara nasional, Program Makan Bergizi merupakan janji kampanye presiden terpilih yang mulai direalisasikan tahun ini. Di tahap awal, program ini diterapkan di sejumlah sekolah percontohan di berbagai kota, termasuk Batam.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan terlibat langsung dalam pengawasan agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran.
Dengan dukungan dari semua pihak, SMKN 1 Batam diharapkan bisa menjadi salah satu contoh sukses implementasi kebijakan makan siang gratis. Bukan hanya untuk memenuhi gizi siswa, tapi juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK