Buka konten ini
REGGIO EMILIA (BP) – Jabatan allenatore Italia, Luciano Spalletti, terancam. Pemicunya, kekalahan 0-3 oleh Norwegia di Stadion Ullevaal, Oslo, Sabtu (7/6). Padahal, itu merupakan laga perdana Italia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA (Eropa).
Kekalahan tersebut telah membuat publik Italia cemas. Sebab, Gli Azzurri, julukan Italia, sudah tertinggal 9 poin dari Norwegia. Erling Haaland dkk melaju mulus dalam tiga laga awal di grup I. Sebagai catatan, hanya juara grup (dari 12 grup) yang berhak lolos otomatis ke putaran final di AS-Meksiko-Kanada tahun depan.
Memang masih ada tiket via playoff (4 tiket). Tapi, perjuangan yang harus dilalui Gianluigi Donnarumma dkk lebih terjal dan menegangkan. Bayang-bayang kegagalan lolos Piala Dunia untuk kali ketiga beruntun setelah 2018 dan 2022 pun mengemuka jelang Italia menjamu Moldova di Stadion Mapei Citta del Tricolore, Reggio Emilia, dini hari nanti (10/6)
Spalletti menyadari situasi yang dihadapinya. Dia pun mengatakan akan berbicara dengan Presiden FIGC (PSSI-nya Italia, red) Gabriele Gravina setelah lawan Moldova. “Sekarang saya perlu memikirkan pertandingan berikutnya (lawan Moldova), baru kemudian berbicara dengan Gravina,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
“Dia yang memberi saya kesempatan untuk menjadi pelatih timnas dan saya selalu berterima kasih kepadanya untuk itu. Tetapi, dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan saat ini,” sambung pelatih yang menangani Italia per 1 September 2023 itu.
Menurut La Gazzetta dello Sport, kemenangan lawan Moldova bisa jadi tidak cukup untuk membuat posisi Spalletti aman. Sebab, di atas kertas, Italia memang seharusnya tidak mengalami kesulitan menghadapi ranking 154 dunia itu. Tapi, andai Donnarumma dkk tidak meraih hasil maksimal, maka bisa dipastikan itu jadi akhir petualangan Spalletti bersama Italia.
Itu bisa jadi akumulasi kegagalan Spalletti saat Euro 2024. Ketika itu, Italia tersingkir di babak 16 besar oleh Swiss. Selain itu, pekan lalu, allenatore 66 tahun tersebut mendapat penolakan dari Francesco Acerbi. Bek 37 tahun asal Inter Milan itu menolak panggilan Spalletti dan timnas Italia dengan alasan tidak adanya respek.
Di sisi lain, Spalletti makin kehilangan dukungan di mata fans Italia. Dalam jajak pendapat yang dilakukan La Gazzetta dello Sport dan diumumkan Minggu (8/6), hanya ada 5 persen dari 40 ribu responden yang memilih Spalletti tetap bertahan. Sisanya, 95 persen menghendaki pelatih gaek (73 tahun) Claudio Ranieri sebagai nakhoda baru Gli Azzurri.
Ranieri kali terakhir menangani AS Roma musim lalu. Dia sukses membawa AS Roma dari posisi papan bawah Serie A, bahkan di ambang zona degradasi, hingga finis kelima atau lolos ke Liga Europa musim depan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG