Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Demi pemerataan akses telekomunikasi di wilayah perbatasan, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) agar segera mengaktifkan kembali layanan sinyal Base Transceiver Station Universal Service Obligation (BTS USO) di daerahnya.
Dorongan itu disampaikan Raja Bayu saat bertemu langsung dengan Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhillah Mathar, di Jakarta baru-baru ini.
Sebagai daerah maritim dan wilayah perbatasan antarnegara, akses telekomunikasi menjadi kebutuhan vital. “Ini menyangkut kelancaran komunikasi, informasi, bahkan pertahanan negara,’’ kata Raja Bayu.
Ia menambahkan, keberadaan BTS USO sangat membantu aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, layanan sosial, hingga urusan pemerintahan. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar layanan tersebut kembali diaktifkan sebagai bentuk perhatian pusat terhadap daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Anambas, Japrizal, yang turut mendampingi dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa BAKTI Komdigi menyetujui pengoperasian kembali BTS USO di lima wilayah: Rewak, Belibak, Serat, Mengkait, dan Air Putih.
“Kami usulkan sembilan titik, dan lima di antaranya langsung disetujui untuk diaktifkan kembali. Empat lainnya masih dalam tahap kajian,” ungkap Japrizal.
Adapun empat lokasi yang masih dikaji adalah Bukit Padi, Munjan, Tiangau, dan Batu Belah. Menurut Japrizal, peninjauan ulang dilakukan karena beberapa faktor, seperti rendahnya trafik pengguna (low traffic), tumpang tindih dengan sinyal BTS reguler operator, serta efisiensi anggaran.
“Contohnya Batu Belah, sinyalnya sudah tercover jaringan reguler masih menunggu survei ulang. Kami harap kontrak operator dengan BAKTI tetap dilanjutkan,’’ jelasnya.
Ia menambahkan, wilayah Bukit Padi dan Tiangau juga masih membutuhkan perhatian karena sebagian besar desa di sana belum sepenuhnya terjangkau sinyal operator.
Meski Tiangau dilaporkan sudah tercover oleh tower Harung Hijau, kenyataannya di lapangan masih banyak titik blank spot. “Ini yang kami sampaikan langsung ke Dirut BAKTI agar menjadi pertimbangan,’’ ujarnya.
Japrizal menegaskan bahwa pemerataan sinyal di seluruh desa dan pulau di Anambas masih menjadi prioritas. Pihaknya akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar akses telekomunikasi bisa dirasakan secara merata.
Ini sejalan dengan visi dan misi Energi Baru Anambas Maju. Pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan keadilan akses telekomunikasi bagi seluruh masyarakat, tutupnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO