Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danatara) sedang mengevaluasi semua BUMN. Oleh karena itu, Danantara meminta perusahaan perusahaan pelat merah menunda rapat umum pemegang saham (RUPS) dan aksi korporasi untuk sementara. Ketentuan itu khusus perseroan yang berstatus tidak publik atau non Tbk.
Hal itu disampaikan CEO Danantara Rosan Roeslani usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/4). Arahan itu sendiri sudah tertuang dalam surat edaran Danantara tertanggal 5 Mei 2025 bernomor S-027/DI-BP/V/2025.
Rosan mengatakan, sesuai arahan Presiden, Danantara diminta melakukan evaluasi dan asesmen kepada BUMN yang ada. “Oleh karena itu, keputusan besar seperti RUPS dan aksi korporasi ditunda sampai evaluasi tuntas,” katanya.
Harapannya, dari evaluasi itu, pemilihan di jajaran direksi BUMN benar-benar tepat. ”Kalau Bapak (Prabowo) bilang itu yang best brain, best talent yang ada berdasarkan meritokrasi. Jadi yang berdasarkan yang terbaik,” ucapnya.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya sosok di jajaran BUMN yang punya rasa cinta tanah air. “Kalau cinta tanah air kan tidak melakukan hal-hal yang negatif, ya korupsi, dan yang lain-lain. Jadi seperti itu sih,” imbuhnya.
Meskipun demikian, dia menepis jika arahan penundaan RUPS sebatas untuk pemilihan direksi. Semangat utamanya adalah Danantara sebagai pemegang saham ingin melihat operasional BUMN secara baik dan benar.
Serta, demi mencapai target-target yang dicanangkan Danantara. “Dan untuk lebih menciptakan value, lebih mengefisikasikan,” katanya.
Sementara itu, Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai bahwa langkah yang diambil oleh pemerintah tersebut cukup positif. ”Karena Danantara masih dalam masa transisi pengelolaan BUMN. Jadi langkah ini diperlukan supaya ada standarisasi terhadap corporate actions di BUMN,” ujar Toto.
Toto juga sepakat jika ke depannya pemimpin baru BUMN di bawah Danantara dipilih secara meritokrasi dan dicari best talent di setiap perusahaannya.(*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG