Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Sejak Ellen Angelina juara Indonesia Open di edisi 2001, tunggal putri Indonesia belum lagi meraih gelar juara di Indonesia Open. Upaya untuk memutus rekor itu tumbuh jelang Indonesia Open 2025 di Istora Senayan (3-8 Juni). Pelatih tunggal putri Imam Tohari mengatakan, untuk meraih gelar di Indonesia Open memang tidak mudah. Apalagi turnamen level Super 1000 selalu diikuti pemain terbaik.
“Kalau saya lihat Gregoria (Mariska) kondisinya juga belum tahu bisa tampil atau tidak. Jadi tunggal putri andalannya Putri KW (Kusuma Wardani),” katanya saat diwawancarai.
Sementara untuk Komang Ayu Cahya Dewi dan Ester Nurumi Tri Wardoyo, Imam belum cek apakah bisa tampil atau tidak. Namun, Imam menegaskan bakal menunjukkan performa terbaik untuk anak didiknya di lapangan. “Kalau juara sih siapa yang tidak ingin. Saya belum bisa memastikan untuk juara,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini tunggal putri masih didominasi nama besar seperti jagoan Korea Selatan An Se Young, hingga duo Tiongkok Wang Zhi Yi dan Chen Yu Fei. “Saya berharap ada kejutan,” katanya.
Imam optimistis dengan Putri lantaran secara motivasi sangat besar untuk menang di setiap pertandingan. “Iya betul motivasinya bagus dan kepercayaan dirinya menanjak. Saya harap terbaik,” ucapnya.
Imam mengaku tak ada sentuhan khusus untuk menaikkan performa Putri. Namun yang terpenting baginya komunikasi lancar untuk mengetahui kekurangan.
“Jadi ya saling percaya lah. Kami menekankan atlet punya kepercayaan, pelatih juga percaya,” katanya.
Putri sendiri berharap bisa terus konsisten seperti permai-nannya di Sudirman dan sebelumnya. Perihal belum ada wakil tunggal putri yang juara setelah edisi 2001, Putri mengaku termotivasi.
“Ya ingin menunjukkan saja ke semua orang. Tentu ada yang nggak percaya pada diriku, ada juga yang percaya. Semoga rezekiku, dan aku bisa menaikkan lagi (performa) Indonesia di Indonesia Open,” ujarnya bersemangat.
Putri menjadikan dukungan publik di Istora sebagai motivasi tambahan. “Kalau main di luar jarang diteriakin. Target pengin di setiap babak bisa konsisten cara mainnya dan bisa menghasilkan yang terbaik. Bisa konsisten aja,” katanya.
Sementara itu, pebulu tangkis tunggal putra Alwi Farhan bakal mempersiapkan debutnya di Indonesia Open. Sebelumnya, Alwi debut di Istora saat bermain di Indonesia Masters 2025. Namun, dia langsung terhenti di babak kualifikasi usai takluk dari wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin (21-15, 20-22, 18-21).
Alwi juga tidak mau sekadar menjadi pelengkap di ajang ini. “Target sih pasti bukan cuma mau kasih kejutan tapi mau mencapai semifinal atau delapan besar,” ucapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG