Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Petugas konsorsium air bersih melakukan penggalian di badan Jalan Laksamana Bintan setelah Simpang Frengky menuju Simpang Telkom, Batam Center, untuk mencari titik kebocoran pipa air. Proses pencarian dimulai sejak Selasa (6/5), namun hingga Rabu (7/5), sumber kebocoran belum ditemukan.
Penggalian ini menyebabkan pembongkaran sebagian badan jalan dan berdampak pada perubahan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Pengguna jalan diimbau berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Corporate Communications PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, menjelaskan bahwa kebocoran terindikasi dari genangan air yang muncul di permukaan jalan.
Itu kan kita lihat ada indikasi kebocoran dari awalnya ada genangan air di badan jalan,” ujarnya, Rabu (7/5).
Menurut Ginda, tim segera mengambil langkah cepat secara preventif untuk menelusuri sumber kebocoran. Penggalian dilakukan di titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi awal kebocoran.
Berdasarkan hasil sementara, dugaan mengarah pada pipa utama DN500 berjenis DCIP yang tertanam di median jalan. Lokasi ini dinilai krusial karena berada di tengah jalur lalu lintas utama kawasan Batamcenter.
“Saat ini kami bekerja maksimal untuk menemukan titik kebocorannya. Kami berharap bisa ditemukan secepatnya agar tidak mengganggu lebih lanjut,”katanya.
Hingga kemarin, suplai air bersih ke pelanggan masih berjalan normal. Namun, penghentian aliran air mungkin akan dilakukan sementara setelah titik kebocoran berhasil ditemukan.
“Untuk area terdampak masih kami petakan, dan akan kami informasikan lebih lanjut. Kami mohon masyarakat bersabar,” tutupnya.
Seorang pengendara yang melintas, Atik, mengaku kaget dengan pengalihan arus di ruas jalan tersebut, terutama ketia ia melintas saat malam hari. Pasalnya, di titik penggalian itu, belum dilengkapi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai usai pelebaran jalan beberapa bulan lalu.
“Mestinya di sekitar sana diberi penerangan yang cukup, karena tiba-tiba jalan dari sisi kiri arah dari Simpang Franky itu dari 3 lajur, tiba-tiba menyempit bahkan arusnya langsung dialihkan ke lajur di sebelahnya, kalau yang sebelumnya ngebut kan bisa bahaya,” kata dia, kemarin.
Ia berharap proses pencarian titik kebocoran pipa segera ketemu sehingga proses normalisasi dan pemulihan arus jalan tersebut dapat segera dilakukan.
“Karena kalau pas jam padat kendaraan saat sore hari, itu bikin macet juga,” pungkasnya. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK