Buka konten ini
GAZA (BP) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan serangan baru di Jalur Gaza. Tujuannya untuk menjadi operasi militer intensif dengan tujuan mengalahkan kelompok militan Palestina, Hamas, dan menduduki Gaza seluas mungkin.
Netanyahu mengatakan, tentara Israel tidak akan memasuki Gaza, melancarkan serangan, lalu mundur kembali. “Tujuannya adalah sebaliknya,” katanya seperti dikutip dari Al Jazeera kemarin (6/5).
Pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, seperti dilaporkan AFP, membenarkan bahwa rencana tersebut mencakup penaklukan dan pendudukan militer penuh di seluruh Jalur Gaza.
Rencana itu telah disetujui oleh Kabinet Keamanan Netanyahu. Kabinet juga dilaporkan dengan suara bulat menyetujui rencana memanggil puluhan ribu pasukan cadangan serta menugaskan militer Israel untuk bertanggung jawab atas makanan dan pasokan vital lainnya bagi 2,3 juta orang yang menderita di bawah wilayah blokade.
Netanyahu juga menyatakan, penduduk Palestina di Gaza akan dipindahkan demi perlindungannya sendiri. Dalam sebulan terakhir, lebih dari setengah juta penduduk Palestina telah mengungsi dari Gaza.Sementara serangan Israel yang berlangsung selama 18 bulan telah menewaskan lebih dari 52 ribu warga Palestina di Gaza. Termasuk di antaranya ribuan anak-anak dan melukai hampir 120 ribu lainnya.
Mendapat Pertentangan Sejumlah Pihak
Rencana perluasan serangan mendapat pertentangan dari sejumlah pihak. Salah satunya Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen. “Saya sangat prihatin dengan rencana Israel untuk memperluas operasi militer di Gaza. Saya kembali mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur gencatan senjata,” kata Valtonen di akun media sosial X.
Kepada Hamas, Valtonen berharap agar segera membebaskan semua sandera yang tersisa. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO