Jumat, 24 April 2026

PENDIDIKAN

Prodi Tak Relevan Siap Dipangkas

BALI (BP) - Perguruan tinggi diminta berbenah. Program studi (prodi) yang dinilai tak lagi selaras dengan kebutuhan dunia kerja ke depan siap dievaluasi, bahkan ditutup. Sinyal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco. Ia meminta para rektor mulai memilah prodi yang masih relevan dan berani mengambil langkah tegas. “Ada prodi yang perlu kita seleksi. Kalau memang tidak relevan, ya bisa saja ditutup demi meningkatkan kualitas dan kesesuaian,” ujarnya dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 di Badung, Bali, Kamis (23/4). Setiap tahun, kampus di Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta mahasiswa. Sebanyak 1,7 juta di antaranya sarjana, sisanya lulusan diploma. Di sisi lain, lapangan kerja tak selalu mampu menyerap jumlah tersebut. Ada delapan sektor strategis yang kini menjadi fokus: energi, pangan, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi, dan manufaktur maju. Kampus...

Kualitas Belajar Digenjot, Kunci Lahirkan Generasi Emas

MAJALENGKA (BP) - Upaya melahirkan Generasi Emas Indonesia tak bisa ditawar. Kuncinya ada di ruang kelas: kualitas pembelajaran. Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat Seminar Pendidikan Nasional yang digelar Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia di Universitas Majalengka, Selasa (21/4). Fajar menekankan, transformasi pendidikan tidak cukup sekadar slogan. Arah utamanya harus jelas: memperkuat kualitas proses belajar. Tujuannya, mendongkrak kompetensi dasar siswa, terutama literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir. “Transformasi harus berpijak pada data capaian belajar siswa. Dari situ, langkah perbaikan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya. Ia menjelaskan, penguatan asesmen menjadi pintu masuk penting. Lewat asesmen, kondisi riil kemampuan siswa bisa terbaca. Data itulah yang kemudian menjadi dasar menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Tak berhenti di situ, Fajar menyoroti peran sentral kepala sekolah. Mereka bukan sekadar administrator, tetapi pemimpin pembelajaran. Penentu arah sekaligus penjaga mutu di sekolah. “Kepala...

LIFESTYLE

10 Menit Olahraga di Kamar

RUTINITAS padat kerap menjadi alasan banyak orang melewatkan waktu untuk berolahraga. Terlebih bagi anak kos atau pekerja dengan ruang terbatas, pergi ke pusat kebugaran tidak selalu menjadi opsi yang mudah. Padahal, menjaga kondisi fisik tetap prima sangat penting untuk kesehatan jangka panjang. Namun, olahraga sebenarnya tidak harus memakan waktu lama atau membutuhkan tempat luas. Hanya dengan durasi sekitar 10 menit, tubuh sudah bisa merasakan manfaat, mulai dari membakar kalori hingga meningkatkan kebugaran. Mengutip dari Alodokter dan Halodoc, ada berbagai gerakan sederhana yang dapat dilakukan di dalam kamar tanpa memerlukan peralatan khusus. Berikut 10 jenis latihan efektif yang bisa dicoba. Pertama, rocket jumps yang mampu meningkatkan detak jantung secara cepat. Gerakan ini dilakukan dari posisi setengah jongkok, lalu melompat setinggi mungkin sambil mengangkat tangan. Latihan ini melibatkan hampir seluruh otot tubuh, terutama bagian kaki dan inti. Selanjutnya, classic squat yang berfungsi memperkuat otot kaki dan bokong sekaligus membantu meningkatkan metabolisme. Pastikan posisi punggung tetap tegak saat melakukannya. Burpees menjadi pilihan...