Buka konten ini
BATUAJI (BP) — Persoalan sampah yang menyumbat saluran drainase masih menjadi masalah serius di sejumlah wilayah di Kota Batam, terutama di Kecamatan Batuaji dan Sagulung.
Kondisi ini mengkhawatirkan karena menyebabkan terganggunya aliran air serta berisiko memicu bencana banjir dan kerusakan infrastruktur.
Pantauan di lapangan menunjukkan masih banyak titik drainase, terutama di sekitar gorong-gorong atau lokasi penyeberangan air, yang dipenuhi tumpukan sampah. Sampah plastik menjadi yang paling dominan. Karena sifatnya yang ringan dan mudah terapung, plastik dengan cepat menyumbat saluran air.
Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, masyarakat berisiko menghadapi berbagai dampak buruk. Tak hanya banjir yang bisa terjadi akibat aliran air yang tidak lancar, tetapi juga kerusakan fisik pada akses jalan yang melintasi saluran air, terutama di atas gorong-gorong, bahkan infrastruktur tersebut terancam rusak hingga ambruk.
Salah satu contoh nyata terlihat di antara Perumahan Ricci I dan Ricci II Marina, Sagulung. Jalan yang melintas di atas gorong-gorong di kawasan tersebut sudah mulai rusak. Kondisi gorong-gorong pun dikhawatirkan akan ambles karena terjangan air yang tak bisa mengalir dengan lancar.
Sebelumnya, penumpukan sampah juga terjadi di Batuaji, tepatnya di drainase seberang Taman Pemakaman Pahlawan (TMP), Bulang Gebang. Akibatnya, aliran air dari kawasan Aviari menuju Sagulung terhambat. Padahal, wilayah Sagulung merupakan jalur utama aliran air menuju daerah pesisir.
Masalah serupa kini ditemukan pula di kawasan Simpang Basecamp, Sagulung. Mulut gorong-gorong di depan deretan ruko di lokasi tersebut disesaki sampah, terutama plastik.
“Semenjak hujan deras yang menyebabkan banjir dua pekan lalu, sampah mulai menumpuk di gorong-gorong ini,” kata Matias, warga setempat.
Beberapa titik drainase bahkan telah ditumbuhi semak belukar akibat sampah yang terlalu lama mengendap. Ini menandakan bahwa tidak ada upaya pembersihan dalam waktu yang cukup lama. Situasi ini mengindikasikan perlunya penanganan intensif dan berkelanjutan.
Camat Sagulung, M Hafiz Rozie, menyebut Pemerintah Kota Batam tetap berkomitmen dalam program normalisasi drainase. Menurutnya, perbaikan saluran yang bermasalah akan dilakukan secara bertahap, namun kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.
“Masyarakat harus mendukung dengan tidak membuang sampah sembarangan dan aktif dalam kegiatan gotong royong membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing,” ujar Hafiz. Kesadaran bersama sangat penting untuk mencegah bencana yang lebih besar di kemudian hari. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK