Buka konten ini
KIEV (BP) – Gempuran drone Rusia kembali menghantam jantung Ukraina pada Sabtu (3/5) malam waktu setempat. Serangan membakar sejumlah pemukiman hingga menyebabkan 11 orang terluka. Hal itu disampaikan kepala administrasi militer di Keiv, Timur Tkachenko, melalui akun media sosialnya seperti dilansir Reuters, Minggu (4/5).
Kebakaran terjadi akibat puing-puing dari pesawat nirawak yang hancur jatuh ke pemukiman. Api kemudian menyulut kebakaran di sejumlah kawasan pemukiman di distrik Obolonskyi dan Sviatoshynskyi, Kiev. Dari 11 orang terluka, dua di antaranya anak-anak, kata Tkachenko.
Layanan darurat Ukraina melalui aplikasi Telegram mengatakan, 76 petugas pemadam kebakaran dikerahkan. Tak terkecuali kebakaran kecil di distrik Shevchenkivskyi di pusat Kiev.
Militer Ukraina mengungkapkan bahwa 165 drone diluncurkan Rusia dalam serangan di Kiev. Namun, dari jumlah tersebut, 69 berhasil ditembak jatuh, dan 80 lainnya dinyatakan hilang karena diduga berhasil dialihkan melalui perang elektronik atau hanya berupa simulasi drone tanpa hulu ledak.
Keraguan Terjadi Gencatan Senjata Tiga Hari
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Rusia belum memberikan komentar resmi terkait serangan drone ke Kiev. Serangan itu terjadi di tengah ketidakpastian apakah kedua belah pihak akan menghentikan aktivitas militer saat peringatan Hari Kemenangan Rusia Mei nanti.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan gencatan senjata tiga hari, sedangkan Ukraina menawarkan penghentian perang selama 30 hari. Namun belum ada titik temu dari rencana tersebut.
Juga Sasar Cherkasy
Bukan hanya Kiev, serangan drone Rusia juga menghantam wilayah Cherkasy, Ukraina tengah. Televisi nasional melaporkan bahwa dari 22 drone yang ditargetkan ke kota tersebut, 15 berhasil dijatuhkan
Pusat regional terkena dampak paling parah. “Infrastruktur permukiman, gudang pabrik furnitur, pusat perbelanjaan, hingga bangunan kebun mengalami kerusakan,” kata Gubernur Cherkasy Ihor Taburets melalui Telegram.
Satu orang terluka dalam serangan tersebut. Sementara kebakaran muncul di berbagai titik infrastruktur sipil dan rumah warga. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO