Buka konten ini
Dunia laga, identik dengan baku hantam dan darah. Tarung bebas, menjadi ajang sport yang tengah diminati belakangan ini. Demikian pula halnya dengan di Batam. Infinity Beach Club menggagas ajang tarung bebas yang menyajikan pengalaman berbeda bagi penonton.
SABTU (3/5) malam, Infinity Beach Club di Batam akan berubah menjadi arena pertempuran. Tapi bukan sekadar ring biasa—octagon-nya berdiri gagah di atas kolam renang, terbuka di bawah langit malam tropis. Inilah Ryu Crazy Night Vol I, sebuah event pertarungan bertema ”Perebutan Sabuk Sang Juara” yang menjanjikan pengalaman berbeda bagi penonton dan peluang langka bagi petarung muda.
Acara ini dimotori Farid Irfan, CEO Ryu Crazy Night. Ia bukan hanya penggagas, tetapi juga aktor utama yang mendorong lahirnya event ini. Menurut dia, Ryu Crazy Night bukan pertandingan biasa, tapi gerakan yang memberi ruang bagi talenta-talenta muda Kepri di dunia pertarungan atau combat sport.
“Melihat potensi atlet kita di Kepri yang luar biasa, saya merasa harus ada panggung. Bukan cuma untuk mereka yang sudah jadi atlet, tapi juga yang sedang berproses menjadi petarung,” katanya, Jumat (2/5).
Event ini membawa nuansa internasional dengan melibatkan fighter dari berbagai negara. Selain dari Indonesia, peserta datang dari Malaysia hingga Ghana. Dari dalam negeri pun tak cuma hanya Kepri yang berpartisipasi, tetapi juga petarung dari Jakarta dan Medan.
Dengan begitu, Ryu Crazy Night memberi kesempatan bagi petarung lokal untuk unjuk gigi di hadapan lawan dari luar daerah bahkan luar negeri. “Kita ingin membuka peluang bagi kawan-kawan di Kepri agar bisa bertemu dan mengukur kemampuan dengan fighter dari luar,” tambah Farid.
Pertarungan dalam Ryu Crazy Night terbagi menjadi delapan partai. Setiap partai menggunakan tiga aturan: boxing, kickboxing, dan MMA. Tiga rules ini dipilih karena dinilai paling eksis dan punya penggemar terbanyak di dunia combat. Menariknya, berat badan petarung tidak menjadi hambatan besar karena panitia mengadopsi sistem pro.
“Rata-rata petarung berada di kelas 50-60 kilogram, belum ada kelas heavyweight sejauh ini,” ujarnya.
Total ada 16 petarung akan tampil. Salah satu peserta dari Singapura batal ikut karena negaranya tengah meng-hadapi Pemilu dan memberlakukan pembatasan perjalanan. Meski begitu, daftar nama yang turun gelanggang sudah cukup membuat acara ini bergengsi.
”Kami ingin hadir sebagai warga baru di dunia combat Kepri,” katanya.
Bukan tanpa alasan tiga jenis rules tadi dipilih. Hal itu didasari karena section oleh ISKA, organisasi internasional yang menaungi berbagai cabang pertarungan seperti boxing, kickboxing, muay thai, hingga MMA.
“Makanya kami ingin agar semua pelaku dunia combat punya panggungnya,” ujar Farid.
Dia tak menampik bahwa MMA masih minim panggung di Kepri. Boxing sudah banyak acaranya. Justru MMA yang sepi. Jadi, Ryu Crazy Night ini juga jadi rumah bagi petarung MMA.
Yang membuat event ini terasa personal adalah konsepnya yang ramping dan fokus. Delapan partai saja, bukan lebih, karena Farid ingin perhatian tidak tercerai-berai.
“Saya ingin setiap petarung dapat apresiasi penuh. Baik menang maupun kalah, mereka tetap kami beri uang pembinaan,” katanya.
Persiapan acara ini hanya berlangsung dua bulan, waktu yang sangat singkat untuk ukuran event berskala internasional. Namun dengan kerja keras, Farid dan tim berhasil menggandeng sponsor dan menyusun format yang solid.
Selain atmosfer pertarungan, lokasi juga menjadi nilai jual utama. Infinity Beach Club dipilih bukan tanpa alasan. Setting outdoor, kolam renang, dan angin pantai menjadikan suasana semakin eksotis. “Setahu kami, ini pertama kalinya di Indonesia pertandingan octagon digelar di atas kolam renang,” kata Farid dengan bangga.
Konsep ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyuguhkan pengalaman menonton yang baru. Penonton tidak hanya menikmati pertarungan, tetapi juga suasana dan visual yang menyatu dengan alam.
Ryu Crazy Night Vol I juga ditujukan sebagai atraksi baru dalam dunia pariwisata Kepri, khususnya Batam. Ia harap, event ini dapat menjadi magnet baru yang memperkaya ragam hiburan dan olahraga di daerah.
“Ini juga soal membangun identitas Kepri di kancah olahraga tarung. Kita punya banyak potensi, tinggal dikasih panggung saja,” katanya.
Antusiasme masyarakat sudah mulai terlihat. Bahkan, sejumlah meja untuk penonton dari Jakarta sudah terkonfirmasi. Artinya, daya tarik Ryu Crazy Night telah menembus batas geografis.
Bagi yang tidak bisa hadir langsung, pertandingan akan ditayangkan melalui kanal YouTube resmi dan disiarkan juga melalui media sosial Ryu Crazy Night. Pembukaan dimulai pukul 18.00 WIB dan pertarungan pertama dijadwalkan pukul 19.30 WIB.
Bagi Farid Irfan, ini baru permulaan. “Vol I ini baru langkah awal. Kami akan hadir dengan vol-vol selanjutnya, lebih besar dan lebih luas,” janjinya. (***)
Laporan: ARJUNA
Editor: RYAN AGUNG