Buka konten ini
BARCELONA (BP) – Ferran Torres sukses menjawab kekhawatiran FC Barcelona ketika penyerang utama, Robert Lewandowski, mengalami cedera hamstring. Tanpa Lewy –sapaan akrab Robert Lewandowski, Ferran menyumbang gol dalam sukses Barca mengalahkan Real Madrid 3-2 (AET) di final Copa del Rey pada akhir pekan lalu (27/4).
Meski posisi aslinya winger, Ferran diplot sebagai deputi Lewy sejak era entrenador Xavi Hernandez pada musim lalu. Hansi Flick sebagai entrenador Barca mulai musim ini melanjutkan eksperimen itu dan Ferran menjawabnya dengan torehan 18 gol di berbagai ajang.
Ferran pun kembali diharapkan memberikan performa terbaik sebagai false nine saat Barca menjamu Inter Milan dalam first leg semifinal Liga Champions di Estadi Olimpic Lluis Companys dini hari nanti (siaran langsung SCTV/beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).
“Setelah memenanginya (Copa del Rey), kami seperti mendapatkan tambahan motivasi dan energi di momen berikutnya. Semifinal (Liga Champions) sudah di depan mata dan kami ingin malam nanti (dini hari nanti) bisa membahagiakan fans kami lagi,” tutur Ferran kepada Mundo Deportivo.
Mantan winger Manchester City itu konfiden bisa membantu Barca lewat kontribusi gol maupun umpan gol. “Aku mencoba bermain secara konsisten karena pada akhirnya aku memiliki bakat untuk mewujudkan sesuatu. Aku tahu aku bisa,” kata jebolan akademi Valencia CF itu.
Bukan hanya Barca yang tidak bisa memainkan penyerang utama. Inter pun kehilangan striker Marcus Thuram mengalami gangguan otot. Alhasil, allenatore Inter Simone Inzaghi perlu plan B alias mencari siapa pendamping striker sekaligus kapten Lautaro Martinez. Sejak musim lalu, Lautaro dan Thuram merupakan tandem serasi sekaligus dua besar pencetak gol terbanyak Nerazzurri –sebutan Inter.
Simo –sapaan akrab Simone Inzaghi – memiliki Mehdi Taremi dan Marko Arnautovic sebagai opsi pengganti Thuram. Di Liga Champions, Taremi lebih punya pengalaman. Selain itu, bintang timnas Iran itu sering dipercaya main ketika Thuram atau Lautaro absen. Dari 12 laga, tujuh laga Taremi bermain sebagai starter serta mengemas 3 gol.
Hanya, menurut media-media Italia, Simo juga mempertimbangkan gelandang Davide Frattesi sebagai false nine pendamping Lautaro. Ketimbang Taremi, Frattesi juga lebih produktif alias mencetak lima gol. Meski bukan pilihan reguler, Frattesi masuk dalam lima besar pemain Inter dengan jumlah penampilan terbanyak (44 laga).
Tantangan Sulit Sommer
Peluang kiper Inter Milan Yann Sommer untuk ditahbiskan sebagai kiper terbaik Liga Champions musim ini paling terbuka di antara kiper semifinalis lainnya. Sebab, Sommer baru kebobolan lima gol dari 12 pertandingan sejak fase league.
Sommer satu gol lebih bagus rekor tidak kebobolannya ketimbang kiper Arsenal David Raya. Belum termasuk statistik Arsenal saat menjamu Paris Saint-Germain dalam first leg semifinal di Stadion Emirates, London, dini hari tadi (30/4), gawang Raya kemasukan enam gol.
Dibandingkan Raya, Sommer juga melakukan penyelamatan lebih banyak. Total Sommer mencatatkan 41 kali penyelamatan dengan rata-rata 3,42 penyelamatan per laga. Masih jauh di atas Raya yang baru mencatatkan 27 kali penyelamatan atau 2,25 kali penyelamatan per laga.
Masalahnya, Sommer menghadapi tantangan sulit ketika Inter bersua FC Barcelona di semifinal. Barca bukan hanya klub paling produktif, melainkan juga paling efektif tembakannya. Barca mencetak 37 gol dari 183 tembakan. Frenkie de Jong dkk hanya butuh 5 kali tembakan untuk mencetak gol.
“Kami telah mempersiapkan diri dengan sangat baik (lawan Barca). Ini akan jadi momen yang sulit untuk terhindar dari kebobolan,” tutur Sommer dilansir dari Tuttomercatoweb. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO