Buka konten ini

Ambulans Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan kapal yang merupakan salah satu armada sosial untuk membantu masyarakat di pulau-pulau saat ini tidak dapat dioperasikan lagi. Padahal, keberadaan ambulan Baznas sangat penting untuk membantu masyarakat, khususnya dalam mengantar atau menjemput pasien yang membutuhkan perawatan medis.
Ketua Baznas Kabupaten Karimun, Nasrial, yang dikonfirmasi Batam Pos pada Selasa (29/4), mengatakan bahwa kapal Baznas sudah tidak beroperasi selama setahun terakhir.
”Kendala utamanya adalah masalah biaya. Untuk mengoperasikan kapal ke berbagai tujuan dalam rangka melayani masyarakat, diperlukan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.
Sebelumnya, operasional kapal Baznas didanai dari zakat profesi yang dibayarkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Karimun. Sesuai dengan aturan, zakat profesi ASN dapat dialokasikan untuk mengoperasikan kapal Baznas, dengan anggaran 3 persen yang diperuntukkan bagi bantuan kesehatan.
”Selain dari zakat profesi ASN, kami juga sebelumnya menerima bantuan dari berbagai pihak untuk operasional ambulans Baznas. Namun, sejak setahun terakhir, zakat profesi ASN menurun, sehingga anggaran yang ada tidak cukup untuk operasional kapal Baznas. Ditambah lagi, bantuan dari pihak lain juga sudah tidak ada,” jelas Nasrial.
Selain itu, masih ada sisa pembayaran untuk perbaikan kapal Baznas akibat musibah angin topan yang melanda tahun lalu.
Saat ini, kapal Baznas hanya disandarkan di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau Pelabuhan KPK. Meski tidak dioperasikan, biaya perawatan kapal tetap dikeluarkan.
Kapal Baznas harus tetap dirawat, karena jika dibiarkan tanpa perawatan, kapal ini bisa rusak.
Kapal ini merupakan bantuan dari Baznas Pusat untuk Baznas Kabupaten Karimun, yang diberikan untuk membantu masyarakat, mengingat wilayah Kabupaten Karimun yang terdiri dari banyak pulau,” ungkap Nasrial. (***)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI