Buka konten ini
Tobali Film bersama SKAK Studios mempersembahkan film terbaru berjudul Cocote Tonggo. Film drama keluarga dengan sentuhan komedi yang kental, berlatar kehidupan masyarakat lokal Solo, Jawa Tengah.
Film ini akan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 15 Mei. Disutradarai Bayu Skak dan didukung Sahli Himawan selaku eksekutif produser, dan juga Utojo Sutjiutama, Roro Sinduretno Soenardjo.
Cocote Tonggo menghadirkan kisah jenaka namun penuh makna tentang kehidupan bertetangga dan tekanan sosial yang kerap muncul di lingkungan masyarakat.
Apa jadinya jika sepasang suami istri yang menjual jamu kesuburan justru belum juga memiliki keturunan? Luki dan Murni menjadi bahan gunjingan warga karena menjual jamu kesuburan namun tak kunjung punya anak.
Demi menyelamatkan pamor dan keberlangsungan toko jamu warisan keluarga, mereka melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan reputasi keluarga dan citra pasangan ideal. Dari sinilah, berbagai konflik bermula.
Film ini digarap sepenuhnya di Kota Solo, dengan lokasi syuting di kawasan Laweyan dan beberapa lokasi lain di seputaran Kota Solo yang menghadirkan nuansa hyperlocal yang kuat dan otentik. Sebagian dialog dalam film menggunakan Bahasa Jawa Mataraman khas Solo.
”Film ini lebih dari sekadar hiburan. Cocote Tonggo menyentuh realita sosial tentang tekanan masyarakat dan bagaimana kita bisa menghadapinya, bahkan dengan tawa,” ujar Bayu Skak.
Film ini dibintangi deretan aktor dan aktris ternama seperti Dennis Adhiswara, Ayushita, Asri Welas, Bayu Skak, Sundari Soekotjo, Ika Dihardjo, Devina Aureel, Marwoto, Yati Pesek, Brilliana Arfira, Maya Wulan, dan banyak lagi talenta local, yang memperkuat cita rasa daerah dalam film ini.
Kolaborasi antara SKAK Studios dan Tobali Film menjadi kekuatan utama dari film ini. SKAK Studios, yang didirikan Bayu Skak bersama Ricky Ramadhan Setiyawan dan Henny Myranda Nusaputri, dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten mengangkat kisah-kisah lokal melalui loka drama dan karakter khas daerah. Seperti dalam film Sekawan Limo, Yowis Ben, dan serial Lara Ati yang sukses besar di platform OTT.
Sementara itu, Tobali Film merupakan reinkarnasi dari Tobali Indah Film yang didirikan pada 1968. Di bawah kepemimpinan Sahli Himawan sejak 2024, Tobali Film kembali ke jalur produksi film layar lebar setelah satu dekade fokus pada sinetron dan serial televisi.
Cocote Tonggo menjadi film layar lebar pertama hasil kolaborasi Tobali Film dengan SKAK Studios. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : UMY KALSUM