Buka konten ini





Kisah itu bermula pada Desember 2019. Iin, 32 tahun, yang gemar memasak, mulai mencoba berbagai kreasi makanan di rumah. Tak disangka, ketika ia menawarkan hasil masakannya kepada teman dan keluarga lewat WhatsApp dan Instagram, responsnya sangat positif.
Waktu itu iseng coba jualan di WhatsApp dan Instagram, tawari teman dan keluarga. Alhamdulillah, responnya baik dan banyak yang repeat order,†ujar Iin senang.
Melihat banyaknya pesanan yang masuk, Iin pun mulai rutin membuka pre-order (PO) setiap akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Sejak saat itu, pesanan makin membeludak dan namanya mulai dikenal banyak orang.
Apalagi saat Covid kemarin, orderan sangat melimpah ketika weekend,†ungkapnya.
Tantangan datang pada Juli 2024. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, suami Iin terkena PHK dari perusahaan tempatnya bekerja di kawasan Muka Kuning. Kondisi ini membuat Iin memberanikan diri berjualan setiap hari demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Saya beranikan diri jualan setiap hari dan mencoba secara offline. Alhamdulillah, dapat outlet di daerah SP Batuaji,†tutur Iin mengenang.
Sejak itu, usaha yang diberi nama Salad Haura—diambil dari nama anak pertamanya—kian dikenal. Ia mulai berjualan dari pukul 16.00 hingga tengah malam. Kini, Iin sudah dibantu dua orang karyawan untuk melayani pembeli yang terus berdatangan.
Dalam sehari, Salad Haura bisa menerima 200–300 pesanan. Puncaknya biasanya terjadi di awal bulan, saat banyak orang baru saja menerima gaji.
Menu Andalan Salad Haura:
– Salad buah: Rp15.000 / Rp25.000 / Rp45.000
– Puding coklat: Rp10.000
– Fruit sando: Rp10.000
– Cheskuit: Rp17.000
Menu best seller-nya itu salad buah, karena itu menu pertama yang saya launching,†ujar Iin.
Agar tetap segar, salad buah dibuat langsung di outlet. Sedangkan puding, fruit sando, dan cheskuit disiapkan di rumah sejak pagi, mulai pukul 08.00 hingga 13.00. Setiap harinya, Iin memproduksi sekitar 30 puding, 40 fruit sando, dan 30 cheskuit.
Alhamdulillah, selalu sold out setiap hari, ucapnya bangga.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Iin juga aktif mempromosikan usahanya lewat media sosial, yakni Instagram @saladhaura dan TikTok @salad.haura.
Dari usahanya ini, Iin mampu meraup omzet bulanan sekitar Rp80–90 juta. Ia berharap bisa membuka cabang baru di masa mendatang.
Menurut Iin, kunci dalam berwirausaha adalah memulai. Ia menyarankan untuk terus belajar, berani mencoba, dan aktif mengikuti berbagai kelas wirausaha.
Semoga usaha ini bermanfaat untuk banyak orang, bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja, dan semoga pelanggan bisa terus sehat tapi tetap hemat, tutupnya. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : MUHAMMAD NUR