Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Gempa dengan magnitudo 4,1 pada Kamis (10/4) pukul 22.16 WIB begitu terasa di wilayah Bogor dan sekitarnya. Suara gemuruh disertai guncangan hebat membuat warga panik. Mereka berhamburan ke luar rumah.
Wajar, sebab berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terdeteksi di koordinat 6,62 lintang selatan (LS) dan 106,8 bujur timur (BT) di daratan, dengan kedalaman hiposenter 5 kilometer. Tak heran bila getarannya begitu terasa dan menimbulkan kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa sedikitnya 14 unit rumah rusak ringan. “Tidak ada korban akibat gempa,” katanya.
Hingga kemarin, BPBD Kota Bogor masih bersiaga melakukan pemantauan serta upaya penanganan. Meski demikian, dilaporkan kondisi warga sudah kondusif dan kembali ke rumah masing-masing.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan bahwa gempa Bogor merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif. “Hal ini tampak pada bentuk gelombang gempa hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko),” katanya, Jumat (11/4).
Karakteristik gelombang S (Shear) tampak kuat dengan komponen frekuensi tinggi. “Hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG menunjukkan bahwa Gempa Bogor memiliki mekanisme geser (strike-slip),” jelasnya.
Selain dirasakan warga di sekitar Bogor (baik di kabupaten maupun kota), gempa juga terasa di Depok dan sekitarnya. Getaran yang dirasakan seperti sedang ada truk melintas di jalan tak rata.
Hingga Jumat (11/4) siang, dari hasil monitoring BMKG, pascagempa pertama tercatat terjadi gempa susulan sebanyak empat kali. Yaitu, pada Kamis (10/4) pukul 23.12 WIB (magnitudo 1,9) dan pukul 23.14 WIB (magnitudo 1,7), lalu pada Jumat (11/4) pukul 01.04 WIB (magnitudo 1,6), dan pukul 01.38 WIB (magnitudo 1,7). Artinya, terjadi lima kali gempa dalam rentang waktu hampir lima jam.
Sementara itu, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM turut memberikan beberapa analisis terkait kejadian gempa tersebut. Lokasi terdekat dengan pusat gempa bumi adalah Kota Bogor. Selain itu, berdasarkan posisi lokasi pusat gempa dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di sekitar Kota Bogor dengan mekanisme sesar mendatar.
Dentuman Bikin Warga Makin Panik
Kegiatan hafalan materi sidang sekolah yang dijalani Mia Yusmiawati di lantai dua rumahnya di Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor, seketika terhenti. Remaja 17 tahun itu langsung turun saat gempa datang mengguncang.
Saking paniknya, pelajar tersebut terjatuh dari tangga saat hendak menyelamatkan diri. Ia mengalami cedera. “Kepala saya terbentur, kaki juga keseleo karena lompat. Saya kira sudah sampai anak tangga terakhir,” tutur Mia.
Gempa berkekuatan magnitudo 4,1 itu memang membuat warga Bogor dan wilayah terdampak panik. Selain membuat bumi bergoyang, warga di sejumlah daerah juga mengaku mendengar dentuman keras sebelum getaran gempa terasa. Di antaranya di Ciapus, Parung, hingga Gunung Sindur.
Sementara itu, kerusakan rumah akibat gempa tercatat terjadi di tujuh lokasi yang tersebar di Kecamatan Bogor Barat, Bogor Tengah, dan Bogor Selatan.
“BPBD Kota Bogor dan tim terkait telah melakukan upaya penanganan dan asesmen kerusakan akibat gempa bumi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatullah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti pedoman dari pemerintah setempat, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak jelas kebenarannya sampai hasil analisis menyeluruh peristiwa dilaporkan oleh BMKG. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO