Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Warga Perumahan Central Park, Blok F/18, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, digemparkan oleh penemuan seorang pria yang tewas tergantung di dapur rumahnya, Kamis (10/4) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Korban diketahui bernama Zulpawaldi, pria kelahiran 1987.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh dua anak korban yang baru pulang sekolah. Saat membuka pintu rumah, keduanya histeris melihat ayah mereka tergantung dengan seutas tali di dapur. Teriakan kedua anak tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Mendengar teriakan itu, para tetangga segera berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batuaji. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwilambang, membenarkan kejadian ini dan menyebut dugaan sementara mengarah pada aksi bunuh diri.
“Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri motif di balik tindakan ini,” ujarnya di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan bahwa Zulpawaldi telah tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama dua anaknya selama delapan bulan terakhir. Istrinya diketahui bekerja di Singapura dan belum dapat dipastikan apakah telah dihubungi terkait peristiwa ini.
Sejumlah warga menyebut bahwa korban belakangan ini tampak murung dan mengeluhkan persoalan ekonomi. Salah satu rekannya mengatakan korban sempat bercerita tentang tekanan dari pinjaman online yang menjeratnya.
“Saya kenal dia waktu kerja sama sebagai sekuriti. Sekarang dia kerja di McDarmott. Dia pernah cerita sering dikejar-kejar penagih pinjaman online,” ujar rekan korban yang tak berkenan disebut namanya saat ditemui di lokasi.
Namun, ia mengaku tidak tahu pasti apakah hal tersebut menjadi alasan korban mengakhiri hidupnya.
Ketua RT 01 Perumahan Central Park, Surya Dharma Sitompul, membenarkan bahwa Zulpawaldi baru tinggal di kawasan itu beberapa bulan terakhir. “Dia tinggal hanya dengan dua anaknya. Kalau soal masalah rumah tangganya, kami tidak tahu pasti,” ungkapnya.
Polisi juga menemukan secarik surat yang diduga ditulis oleh korban dan ditujukan kepada istrinya. Dalam surat tersebut, korban menyampaikan sejumlah keluhan dan permintaan maaf, yang memperkuat dugaan adanya tekanan batin atau persoalan rumah tangga yang dialami.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, menyatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. “Kami akan memeriksa surat yang ditinggalkan serta meminta keterangan dari saksi-saksi dan pihak keluarga untuk memastikan motif sebenarnya di balik kematian korban,” jelasnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK