Buka konten ini
BATAM (BP) – Arus balik Lebaran 2025 diperkirakan akan membawa gelombang baru pencari kerja ke Kota Batam. Sebagai kota industri, Batam kembali bersiap menghadapi persaingan tenaga kerja yang semakin ketat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, menyebut fenomena ini bukan hal baru, dan sulit untuk dihindari. Setiap tahun, momen pasca-lebaran selalu menjadi titik masuk bagi pendatang yang ingin mengadu nasib di Batam.
”Untuk Pulau Sumatra, Batam jadi kota pa-ling favorit. Hal itu karena Batam sebagai kota industri,” katanya, Kamis (3/4).
Selain statusnya sebagai kawasan industri, daya tarik Batam juga terletak pada Upah Minimum Kota (UMK) yang saat ini mencapai Rp5 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan beberapa daerah lain di Indonesia, sehingga semakin banyak pencari kerja yang tertarik datang ke Batam.
Namun, Rudi menegaskan bahwa pendatang yang ingin bekerja di Batam harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri di kota tersebut. Tanpa keahlian, mereka akan kesulitan bersaing di pasar kerja yang sudah kompetitif.
”Keahlian ini jadi tantangan bagi pendatang. Kami tidak bisa melarang mobilisasi penduduk, tapi kami imbau agar yang datang sudah membekali diri dengan keterampilan sesuai dengan karakteristik industri di Batam,” katanya.
Fenomena meningkatnya jumlah pendatang di Batam bukan hanya terjadi karena faktor ekonomi, tetapi juga didukung oleh kemudahan akses transportasi. Selain memiliki jalur penerbangan, Batam juga terhubung dengan berbagai daerah melalui transportasi laut.
”Batam ini selain ada transportasi udara, juga ada transportasi laut. Ini faktor yang juga mendorong gelombang pendatang,” kata dia.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam sendiri telah menjalin kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan di Batam untuk memprioritaskan pencari kerja yang berasal dari Batam. Langkah ini kemungkinan dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi warga lokal.
Namun, dengan meningkatnya jumlah pencari kerja dari luar daerah, persaingan di dunia kerja akan semakin ketat. Tanpa keterampilan yang memadai, para pendatang akan kesulitan mendapatkan pekerjaan.
”Persaingan akan semakin tinggi jika jumlah pencaker meningkat pasca-lebaran. Kalau pendatang tidak punya keahlian, mereka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Jadi saya imbau miliki keahlian sebelum memutuskan untuk datang ke Batam,” ujar Rudi.
Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengatakan bahwa terjadi peningkatan arus mudik Lebaran pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Peningkatan arus mudik ini mencapai 7 persen.
“Namun, sudah kita antisipasi bersama stakeholder lainnya, situasi sejauh ini tetap terkendali dan kondusif,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Kamis (3/4).
Zaenal menjelaskan untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihaknya membangun posko pengamanan dan posko terpadu. Jumlahnya sebanyak 11 titik yang tersebar di bandara, pelabuhan, dan tempat keramaian.
“Posko ini tidak hanya dari Polresta Barelang, tetapi juga di-backup Polda Kepri,” katanya.
Selain posko pengamanan dan posko terpadu, kata Zaenal, pihaknya menempatkan personel di pusat perbelanjaan dan tempat wisata. “Personel ini kita insert bukan hanya di titik-titik tersebut, tetapi juga di jalur-jalur yang berpotensi terjadinya gangguan,” ungkapnya.
Zaenal juga berjanji akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan turis yang berkunjung ke Batam. “Pelayanan terbaik akan kita berikan selama mengisi masa liburan lebaran ini,” tutupnya. (*)
Reporter : ARJUNA – YOFI YUHENDRI
Editor : RYAN AGUNG