Buka konten ini

Arus mudik di Bandara Hang Nadim Batam telah menunjukkan trafik yang signifikan pada H-4 Hari Raya Idulfitri. Tercatat sebanyak 74 ribu penumpang sejak tanggal 21-26 Maret 2025.
“Ada sebanyak 74 ribu penumpang sejak 21 Maret hingga kemarin dengan rincian 44 ribu keberangkatan dan 30 ribu kedatangan.
Pada trafik penerbangan juga meningkat 14 persen ada 616 penerbangan, dan kargo juga mencapai seribu ton,” kata Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham, Kamis (27/3).
Mendekati momen Lebaran, pihaknya telah mengajukan penambahan penerbangan pada akhir pekan ini 13 dan 16 penerbangan pada 28 dan 29 Maret.
“Kami mengupayakan penambahan penerbangan karena diprediksi akhir pekan ini puncak arus mudik, seperti kemarin kami ajukan 17 terealisasi 12 penerbangan tambahan dengan rute Jakarta, Medan, Pekanbaru, dan Palembang,” ujarnya.
Penumpang Membeludak, KAI Tambah Perjalanan Kereta
Puncak arus mudik diprediksi terjadi hari ini (28/3). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta masyarakat yang pulang kampung untuk menghindari puncak arus mudik. Bisa dengan menunggu arus mudik berakhir atau memilih jalur alternatif.
Potensi puncak arus mudik jatuh pada Jumat diperkuat dengan data PT Jasa Marga Trans Jawa Tol yang menunjukkan peningkatan volume kendaraan dalam lima hari terakhir. Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo menuturkan, sebanyak 955.923 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 hingga H-5 libur Idulfitri atau Jumat–Rabu (21–26 Maret 2025).
Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) utama. Yaitu, GT Cikampek Utama (menuju arah trans-Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak). ”Total volume lalin yang meninggalkan Jabotabek ini naik 1,5 persen dibanding periode 2024 (941.496 kendaraan) atau naik 13,0 persen jika dibandingkan dengan lalin normal (845.998 kendaraan),” terangnya.
Kendaraan yang meninggalkan Jabotabek tercatat menuju tiga arah. Yaitu, 469.762 kendaraan (49,1 persen) menuju arah timur (trans-Jawa dan Bandung), 284.373 kendaraan (29,7 persen) ke arah barat (Merak), dan 201.788 kendaraan (21,1 persen) menuju arah selatan (Puncak).
Untuk volume kendaraan di Jawa Timur, tepatnya di GT Warugunung, pada H-10 hingga H-5 Lebaran tercatat sebanyak 126.200 kendaraan menuju Surabaya atau naik 11,13 persen dari lalu lintas normal (113.564 kendaraan). ”Yang menuju Jakarta melalui GT Warugunung sebanyak 120.750 kendaraan atau naik 12,08 persen dari lalu lintas normal yang sebanyak 107.734 kendaraan,” urainya.
Sementara di GT Kejapanan Utama, sebanyak 139.629 kendaraan menuju Malang atau naik 4,13 persen dari lalu lintas normal. ”Yang menuju Surabaya sebanyak 144.922 kendaraan atau naik 4,08 persen,” terangnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berharap masyarakat menghindari puncak kemacetan yang diprediksi terjadi hari ini. ”Kebijakan WFA (work from anywhere, red) merupakan peluang yang baik bagi masyarakat untuk mengatur waktu mudik mereka dengan lebih fleksibel,” terangnya.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati menjelaskan bahwa survei mudik yang dilakukan setiap tahun bertujuan untuk mengidentifikasi potensi masalah dan menyiapkan solusi terbaik. ”Mobilitas terbesar di Indonesia adalah saat orang mudik Lebaran, pemerintah mempersiapkan infrastruktur agar mobilitas lancar. Pemerintah ingin masyarakat mudik dengan nyaman,” kata Adita.
Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum, kepolisian, dan pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur dan sarana transportasi. Terminal, bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api disiapkan jauh-jauh hari guna menghadapi lonjakan penumpang. Kementerian Perhubungan juga telah memproyeksikan peningkatan penumpang pesawat udara sebesar 12 persen selama periode mudik Lebaran 2025, dengan lebih dari 6 juta penumpang yang diperkirakan menggunakan pesawat.
Untuk memenuhi kebutuhan transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengoperasikan hampir 10 ribu perjalanan, meningkat 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kapasitas 4,5 juta tempat duduk. Sebagai tambahan, 1.080 perjalanan ekstra disiapkan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Selain itu, Garuda Indonesia Group menyediakan sekitar 1,9 juta kursi penerbangan. Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat hingga 14 persen pada periode 24 Maret hingga 7 April 2025.
Sejak dimulainya periode angkutan Lebaran (angleb) 21 Maret 2025 hingga 11 April 2025, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan. Manajer Humasda Daop 2 Bandung Kuswardoyo mengungkapkan, pihaknya mengoperasikan 2.090 perjalanan kereta api, dengan rata-rata 95 perjalanan per hari. Jumlah ini terdiri atas 24 kereta reguler jarak jauh serta 5 kereta tambahan.
PT KAI Daop 2 telah menye-diakan total 355.696 kursi. Hingga saat ini, sebanyak 274.988 tiket telah terjual atau 77,3 persen. Angka ini menunjukkan tingginya animo masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan mudik.
Kuswardoyo menjelaskan, dalam rentang waktu 21 hingga 27 Maret 2025 saja, total penumpang yang telah menggunakan layanan KA di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 106.930 orang. Dari jumlah tersebut, dua stasiun utama, yakni Stasiun Bandung dan Kiaracondong, menjadi pusat aktivitas keberangkatan terbesar. Stasiun Bandung 46.141 penumpang dan Stasiun Kiaracondong 32.309 penumpang.
Angka tersebut masih akan bertambah seiring mendekatnya puncak arus mudik. Hingga pukul 08.00 kemarin, tiket KA di Stasiun Bandung telah terjual 5.000 tiket, sedangkan di Stasiun Kiaracondong mencapai 5.200 tiket.
”Jumlah ini diperkirakan masih akan terus meningkat hingga tengah malam nanti,” jelasnya.
Pantau Jalur Rawan melalui Website
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, terdapat 277 titik kerawanan di sepanjang jalan nasional dan tol di Jakarta hingga Jawa Barat (Jabar). Menteri PU Dody Hanggodo mengimbau pemudik mengecek kondisi jalur melalui situs mudik.pu.go.id.
Hasil pantauan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jabar, ke-277 titik kerawanan itu terdiri atas 126 titik rawan kemacetan dan 53 titik rawan kecelakaan. Ada juga 54 lokasi rawan bencana longsor dan 44 lokasi rawan banjir.
Kepala BBPJN Jakarta-Jabar Sjofva Rosliansjah menuturkan, semua titik kerawanan tersebar di sepanjang jalan nasional di bawah tanggung jawab BBPJN Jakarta-Jawa Barat. Panjang jalan yang menjadi tanggung jawab mereka mencapai 1.782,65 km dengan kondisi kemantapan 98,47 persen.
”Secara keseluruhan, terdapat 23 posko BBPJN Jakarta-Jawa Barat dengan petugas piket 1 x 24 jam,” terangnya.
Menhub Dody juga memantau secara langsung pergerakan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten, Kamis (27/3) dini hari. Dia ingin memastikan pengelolaan arus mudik di pelabuhan ini berjalan dengan baik. Hingga dini hari, jumlah kendaraan roda dua yang dilayani di Pelabuhan Ciwandan mencapai 11.800 unit. Sedangkan kapal yang beroperasi berjumlah 21 unit.
”Kami melihat pelaksanaan mudik di Pelabuhan Ciwandan cukup baik, tertib, dan lancar. Ada peningkatan, sudah 11.800 roda dua per hari ini ya, besok akan meningkat lagi,” ujar Dody di Cilegon, Banten.
Dia mengatakan, jumlah pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ciwandan mengalami peningkatan sejak Rabu (26/3) malam. Namun, kondisi tersebut tidak lantas membuat akses menuju pelabuhan menjadi tersendat.
”Sesuai prediksi, jumlah penumpang dan kendaraan roda dua yang akan menyeberang ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Ciwandan mengalami peningkatan pada Rabu malam. Akan tetapi, arus lalu lintas tetap aman dan terkendali, tidak ada kepadatan yang berarti,” ujar Menhub Dody.
Pada masa angkutan Lebaran tahun ini, pemerintah menerapkan skema pembagian pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan. Untuk wilayah Banten, pemudik dengan sepeda motor akan menggunakan Pelabuhan Ciwandan.
Kemudian, pemudik pejalan kaki, pengguna mobil pribadi, dan bus akan dilayani di Pelabuhan Merak. Sedangkan angkutan barang golongan VII, VIII, dan IX akan menggunakan pelabuhan BBJ Bojonegara. (*)
Reporter : AZIS MAULANA – JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG