Buka konten ini
BASEL (BP) – Ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin masih harus puasa gelar juara. Kemarin (23/3), duo berakronim FiNil itu harus takluk dari duo Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh dengan rubber game (15-21, 21-18, 14-21) di St Jakobshalle, Basel.
“Alhamdulillah tetap bersykur bisa masuk ke final lagi walaupun kembali hasilnya belum sesuai yang kami inginkan. Masih jadi juara kedua,” kata Fikri usai pertandingan. Secara permainan, Fikri mengakui pasangan Thailand bermain lebih rapi, lebih solid dan lebih tahan. Sebaliknya, dia malah kurang sabar. Fikri melanjutkan, pada game kedua sebenarnya ada momentum untuk bisa bermain rubber usai tertinggal.
“Kami keluarkan daya juang terbaik dan meningkatkan komunikasi, berusaha mencari celah dan berhasil. Sayang tidak berlanjut di game ketiga, mereka sudah lebih siap dan solid,” sebutnya.
Daniel mengamini bahwa lawan tidak gampang dimatikan. Padahal, dia sudah mencoba untuk itu. “Tadi tidak bisa tembus akhirnya tidak sabar dan melakukan kesalahan. Pasangan Thailand bermain sangat baik,” ujarnya.
Daniel menyebutkan bahwa dibandingkan pertemuan pertama, secara permainan tidak terlalu berubah, hanya lawan bermain lebih aman. “Kami kecewa jadi runner up tapi tidak boleh berlarut-larut, kami harus latihan lebih keras lagi dan coba lagi di turnamen berikutnya,” katanya.
Bagi Fikri, banyak pelajaran yang diambil di pertandingan final kali ini. “Kami tidak boleh terlalu mudah buang poin dan masih harus meningkatkan power untuk menghadapi kondisi-kondisi seperti ini (shuttlecock lambat),” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO