Buka konten ini
Natuna (BP) – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Natuna memastikan ketersediaan pasokan listrik di Subi tidak mengalami kendala.
Hal ini ditegaskan Kepala PLN Natuna, Rafky Chandra, pasca peristiwa terbakarnya KM Lyra yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar milik PLN sebanyak 80 ton.
Diakui Rafky dengan terbakarnya kapal ini membuat pasokan solar di gudang mesin pembangkit semakin menipis. Namun masih bisa diatasi.
”Benar tadi kapal yang membawa solar milik kita terbakar. Stok solar yang ada saat ini insya Allah cukup untuk satu minggu ke depan,” ujar Rafky Chandra, Selasa (18/3).
Pihaknya akan melakukan pengiriman ulang solar ke Subi yang akan dijadwalkan pada pekan depan. ”Transportir (distributor) sedang berupaya untuk mengirim kembali solar ke Subi. Sampai saat ini pelayanan kepada pelanggan masih normal,” tutur Rafky.
Sebelumnya, kapal yang memiliki bobot 46 grass tone (GT) ini berangkat dari Selat Lampa menuju Subi dengan diawaki oleh 5 orang yakni nakhoda Eli Ismail, Sofian Hadi sebagai Kepala Kamar Mesin, Aspandi, Sudirman dan Samsudin masing-masing sebagai ABK.
Kapal berjenis kayu ini sebelum terbakar, sempat mengalami kandas di atas karang saat hendak tiba di Subi, Selasa (18/3) sekitar pukul 05.00 WIB.
”Mengetahui pompongnya kandas nakhoda berusaha untuk keluar dari karang dengan memaju mundurkan kapal melalui naik turunnya putaran mesin dan berharap pompongnya bergerak keluar dari karang,” ujar Kasi Operasi Basarnas Natuna, Budiman.
Namun usaha tersebut menjadi musibah dikarenakan putaran mesin tinggi dan mengalami masalah sehingga menyebabkan adanya percikan api di ruang mesin lalu menyambar minyak yang diangkut kapal tersebut.
”Karena terbakar, awak kapal langsung meloncat ke laut. Tim gabungan berhasil menemukan semua ABK. 4 orang ditemukan selamat namun 2 orang mengalami luka bakar,” terang Budiman.
Untuk korban meninggal dunia, lanjutnya, atas nama Aspandi.
Atas kejadian ini kapal pompong tersebut habis terbakar dan ABK yang berhasil dievakuasi masih dirawat secara intensif di Puskesmas Subi. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI