Buka konten ini
KEPALA BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri rapat koordinasi (rakor) Program Prioritas Industri Transportasi Laut dan Galangan Kapal Kota Batam, Rabu (12/3). Rapat yang berlangsung di Balairungsari BP Batam ini diselenggarakan oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia guna mengawal pelaksanaan program prioritas nasional.
Rakor ini menjadi momentum strategis dalam membahas pengembangan industri maritim di Batam, khususnya di sektor transportasi laut dan galangan kapal. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pengembangan koridor industri Batam–Bintan–Karimun serta pembukaan jalur baru PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk rute Batam–Johor.
Amsakar berharap rakor ini dapat menghasilkan kebijakan yang mampu mempercepat pertumbuhan Batam sebagai kawasan industri yang terintegrasi dan berdaya saing tinggi. Menurutnya, industri maritim memiliki peran krusial dalam mendorong perekonomian daerah sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi di Kepulauan Riau.
”Harapan kita, pertemuan ini melahirkan kebijakan strategis yang bisa memacu pertumbuhan Batam. Dengan kehadiran Bapak Kepala Staf Kepresidenan, mudah-mudahan ini menjadi tanda baik untuk pengembangan Batam ke depan,” katanya.
Ia turut memaparkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Batam mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Batam berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau maupun nasional.
”Target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen. Mudah-mudahan Batam bisa lebih tinggi dan memberikan kontribusi bagi daerah lain di Kepulauan Riau,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn.) AM Putranto, mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan di Batam dalam mendukung pengembangan industri transportasi laut dan galangan kapal. Menurutnya, posisi Batam yang strategis menjadikannya episentrum ekonomi Kepulauan Riau serta berpotensi berperan lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
”Ini adalah salah satu bentuk implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Batam menjadi prioritas pembangunan dan pengembangan ekonomi nasional. Kebersamaan ini harus kita jaga agar peningkatan konektivitas dan penguatan industri di kawasan Batam dapat berjalan optimal,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sektor maritim dan industri galangan kapal memiliki dampak besar bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap perkembangan industri maritim di Batam. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : Ryan Agung