Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Pasar Encik Puan Perak Kota Tanjungpinang dalam kondisi memprihatinkan. Pasar modern yang diresmikan Wakil Presiden Maruf Amin tersebut tidak hanya sepi dari pelanggan, melainkan juga pedagang.
Para pedagang lebih memilih berjualan di lantai dasar yakni tempat parkir, ketimbang di lantai dua tempat meja lapak mereka berada. Kondisi ini disebabkan minimnya pembeli, yang enggan menyinggahi lantai dua pasar tersebut.
Kondisi ini diketahui sudah terjadi sejak lama. Awalnya, beberapa pedagang ditempatkan di lantai dua, namun karena sepi pembeli, pedagang memilih keluar. Sehingga, hanya ada beberapa pedagang saja yang masih bertahan berjualan di tempat parkir.
”Saya sempat jualan di lantai dua, tapi tidak lama, sekarang kami berjualan di sini (tempat parkir),” kata Rahma, pedagang Pasar Encik Puan Perak, Minggu (2/3).
Sebagian pedagang, kata dia, lebih memilih berjualan di kaki lima sekitar Jalan Gambir. Banyaknya pedagang kaki lima, sangat berdampak terhadap pendapatan pedagang. Rahman hanya mendapatkan pendapatan kotor Rp200 ribu – Rp500 ribu.
”Salah satu (faktor) sepi pembeli karena banyak pedagang yang jualan di luar, di kaki lima,” tambahnya.
Sementara menurut pedagang lainnya, Abdul, di pasar tersebut sama sekali tidak ada aktivitas jual beli, layaknya pasar pada umumnya. Puluhan lapak yang berbahan beton tersebut terlihat berdebu, lantaran tidak digunakan pedagang selama berbulan-bulan.
”Jualan di lantai dua sepi. Saya saja sebentar berjualan di atas itu. Jadi pelan-pelan pedagang termasuk saya pindah ke bawah (tempat parkir) sebagian pedagang lagi pindah ke luar,” kata Abdul, pedagang cabai. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI