Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Pasar Fanindo di Batuaji kembali menjadi pusat perburuan takjil favorit warga Batam saat Ramadan. Setiap sore menjelang waktu berbuka, pasar ini dipenuhi masyarakat yang berburu aneka makanan dan minuman untuk santapan berbuka puasa.
Berdasarkan pantauan di lokasi, berbagai jenis takjil dijajakan pedagang, mulai dari kolak pisang, es buah, cendol, hingga aneka gorengan seperti bakwan dan risoles. Selain itu, makanan berat seperti nasi bungkus, ayam goreng, dan sate juga tersedia bagi warga yang ingin langsung menyantap hidangan utama setelah berbuka.
Siti, 42, salah satu pedagang takjil, mengaku dagangannya laris manis sejak hari pertama Ramadan. Ia menjual berbagai jenis gorengan dan lontong sayur yang selalu diminati pembeli.
”Alhamdulillah, sampai hari ketiga ini, baru buka setengah jam sudah banyak yang beli. Biasanya, semakin mendekati magrib, makin ramai. Ramadan memang jadi momen rezeki bagi kami, para pedagang,” ujarnya, Senin (3/3).
Antusiasme warga terlihat dari ramainya suasana pasar. Rina, 30, seorang warga Batuaji, mengaku selalu berbelanja takjil di Pasar Fanindo karena banyak pilihan makanan dengan harga terjangkau.
”Di sini lengkap banget. Mulai dari takjil manis sampai makanan berat ada. Harganya juga masih terjangkau, jadi tiap tahun pasti belanja di sini,” katanya.
Tidak hanya pedagang makanan, penjual minuman segar seperti es kelapa muda, es cendol, dan jus buah juga kebanjiran pembeli. Salah satu penjual es campur, Heri, 38, mengatakan bahwa Ramadan menjadi waktu terbaik untuk meraup keuntungan.
”Kalau hari biasa paling jualan sepi, tapi pas Ramadan permintaan naik drastis. Biasanya, menjelang buka, antrean makin panjang,” ujarnya.
Keramaian di Pasar Fanindo diperkirakan akan terus meningkat sepanjang Ramadan, terutama menjelang akhir pekan ketika lebih banyak warga berbelanja untuk berbuka bersama keluarga. Meski begitu, kepadatan di area pasar membuat beberapa warga harus berhati-hati agar tidak berdesakan.
Salah satu pembeli, Ardi, 45, mengingatkan agar warga tetap menjaga ketertiban dan keamanan saat berburu takjil.
”Kadang, karena ramai, orang jadi lupa menjaga barang bawaan. Jadi kita harus lebih hati-hati,” tutup Ardi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK