Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Misi Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031 tak akan mudah. Sebab, Indonesia mendapat pesaing dari Emirat Arab (UEA). Indonesia sebelumnya memang telah memastikan bakal ikut bidding tuan rumah. Dimana, pengajuan individual bidding secara resmi ke AFC, sudah ditandatangani langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Sekjen PSSI Yunus Nusi akhir tahun lalu.
“Ya kita ada saingan satu lagi, UAE masuk dan kita tidak tahu. Nanti kita lihat apakah Indonesia diberi kesempatan atau tidak,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.
Namun, Erick tetap optimistis Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah. Salah satu yang membuatnya optimistis adalah pernah menyelenggarakan Piala Dunia U-17 2023 dengan fasilitas stadion yang sudah berstandar FIFA.
Stadion seperti Jakarta International Stadium, Gelora Bung Karno, Gelora Bung Tomo, Pakansari, dan Kapten I Wayan Dipta sudah digunakan sebagai venue pertandingan. Hal inilah yang diyakini Indonesia bisa menang bidding pada Piala Asia 2031 mendatang.
Erick juga meyakini Indonesia berpeluang karena dalam waktu dekat Presiden RI Prabowo Subianto akan meresmikan stadion yang telah direnovasi pemerintah. Ya, sebelumnya, renovasi dilakukan berbagai stadion.
Diantaranya Stadion H. Dimurthala, Wibawa Mukti, Patriot Candrabhaga, Gelora Delta Sidoarjo, Gelora Ratu Pamelingan, Joko Samudro, Maguwoharjo, Jatidiri, Gelora Bumi Kartini, Kanjuruhan, Surajaya, hingga B.J. Habibie. “Nanti ada rencana peresmian dengan bapak Presiden Prabowo, mungkin satu atau dua minggu lagi, untuk seluruh stadion yang direnovasi,” ucap Erick.
Piala Asia 2031 ini terbilang spesial karena menjadi edisi ke-20 sekaligus bertepatan dengan ulang tahun Piala Asia ke-75. Piala Asia pertama kali digelar pada tahun 1956. Hongkong menjadi tuan rumah edisi pertama. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO