Buka konten ini

MINYAK goreng bersubsidi merek Minyakita kembali langka di Kota Tanjungpinang. Produk yang seharusnya dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) itu menghilang dari rak sejumlah ritel modern hingga warung, sementara harga yang beredar di pasaran justru menembus hampir Rp18 ribu per liter.
Pantauan Batam Pos, Senin (6/7), rak minyak goreng di sejumlah ritel modern di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau didominasi produk premium, seperti Sunco, Siip, dan Fortune. Sementara Minyakita tidak lagi tersedia.
Ipul, pedagang makanan di Tanjungpinang, mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita dalam sepekan terakhir. Baik di swalayan maupun warung, stok minyak goreng bersubsidi itu sudah kosong.
”Sekarang Minyakita di swalayan sudah kosong, tinggal minyak goreng premium saja,” ujarnya.
Ia juga mengeluhkan harga Minyakita yang tidak lagi sesuai HET. Terakhir kali membeli, ia harus membayar Rp215 ribu per dus berisi 12 liter.
”Kalau dihitung, harganya hampir Rp18 ribu per liter. Padahal HET hanya Rp15.700,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan pasokan Minyakita yang diterima pihaknya masih terbatas. Karena itu, distribusi diprioritaskan untuk operasi pasar dan pasar-pasar pantauan yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
”Karena stok yang kami terima masih terbatas. Prioritas kami menjaga ketersediaan di pasar pantauan yang bekerja sama dengan Disperindag,” ujarnya.
Arief menjelaskan, keterbatasan pasokan dipengaruhi tingginya kebutuhan nasional, terutama untuk program bantuan pangan pemerintah. Bulog Tanjungpinang memperoleh pasokan Minyakita dari PT Son Batam dan salah satu perusahaan di Pekanbaru sesuai alokasi pemerintah.
Bulog juga mencatat penyaluran bantuan pangan tahap I untuk alokasi Februari-Maret di Kepulauan Riau telah disalurkan kepada 143.034 penerima manfaat. Masing-masing menerima 20 kilogram beras dan empat liter Minyakita sehingga kebutuhan minyak goreng bersubsidi meningkat cukup signifikan.
”Untuk sementara stok yang ada harus dijaga hingga pengiriman berikutnya,” tambahnya.
Meski stok terbatas, Arief menegaskan HET Minyakita tetap Rp15.700 per liter. Pengawasan terhadap harga di lapangan dilakukan oleh Satgas Pangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY