Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Bea Cukai Batam masih menemukan praktik penyelundupan barang ilegal melalui sejumlah pelabuhan tikus di kawasan pesisir Batam. Dari berbagai kasus yang berhasil diungkap, komoditas yang paling banyak diamankan adalah rokok ilegal dari berbagai merek tanpa pita cukai.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengatakan jalur-jalur tidak resmi tersebut hingga kini masih dimanfaatkan sebagai pintu masuk barang ilegal ke Batam. Meski demikian, pengawasan terus diperkuat melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
”Yang paling banyak itu rokok ilegal. Untuk detailnya besok akan disampaikan, ada datanya,” ujar Setiawan, Minggu (28/6).
Menurut Setiawan, pengawasan terhadap pelabuhan tikus tidak dilakukan dengan menempatkan petugas secara permanen di setiap lokasi. Bea Cukai menerapkan sistem pengawasan berbasis manajemen risiko dengan mengedepankan pengumpulan informasi dan analisis intelijen untuk menentukan titik-titik yang berpotensi menjadi jalur penyelundupan.
”Metode pengawasannya menggunakan manajemen risiko, diawali dengan pengumpulan informasi yang kredibel. Jadi tidak kami tunggui terus-menerus karena lokasi tersebut bukan merupakan kawasan pabean,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi geografis Batam yang terdiri atas banyak pulau dengan garis pantai yang panjang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengawasan. Situasi tersebut membuat pelaku penyelundupan kerap memanfaatkan jalur-jalur tidak resmi untuk menghindari pengawasan di pelabuhan resmi.
Untuk mengantisipasi hal itu, Bea Cukai Batam terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui patroli bersama dan pengawasan di wilayah perairan hingga batas 12 mil laut guna mempersempit ruang gerak para pelaku penyelundupan.
Menurut Setiawan, kerja sama lintas instansi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan, mengingat luasnya wilayah perairan yang harus dijaga.
”Harapannya, dengan sinergi ini upaya penyelundupan barang ilegal ke Batam dapat terus ditekan sehingga masyarakat juga terlindungi,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO