Buka konten ini

MANCHESTER (BP) – Rivalitas Manchester United dengan Leeds United yang pernah memuncak pada tahun 1960-an, menurun seiring dengan terdegradasinya The Whites -julukan Leeds- pada 2004-2020. Selama empat dekade terakhir, rivalitas Roses Derby kemudian berjalan tidak seimbang: United tidak pernah kalah selama 18 laga home terakhir lawan Leeds di liga atau selama 45 tahun.
Nah, mempertahankan rekor superior itulah yang jadi tantangan tactician United, Michael Carrick saat menghadapi Leeds dalam lanjutan matchweek ke-32 Premier League di Stadion Old Trafford dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Vidio pukul 02.00 WIB).
Laga ini punya makna tersendiri bagi Carrick. Leeds adalah tim yang mengakhiri era pendahulunya, Ruben Amorim. Hasil imbang di Elland Road tiga bulan lalu menjadi laga terakhir pelatih asal Portugal tersebut sebelum Carrick mengambil alih. Karena itu, kemenangan dini hari nanti bisa jadi penegasan bahwa Carrick merupakan sosok pengganti paling tepat.
Lebih dari Tiga Poin
Carrick menegaskan timnya betul-betul memahami pentingnya laga ini. Memang, sosok 44 tahun itu baru dua kali merasakan Derbi Mawar (Roses Derby) semasa jadi pemain United. Yakni di Piala FA 2009-2010 dan Piala Liga 2011-2012.
Meski begitu, pengalaman minim itu tidak membuatnya lupa sejarah rivalitas kedua tim.
“Ini sudah berlangsung sangat lama. Rivalitas seperti ini ada karena alasan yang kuat, dengan intensitas, emosi, dan gairah yang menyertainya,” kata Carrick dikutip dari Manchester Evening News.
“Kami tentu menyadarinya. Saya menyadarinya, para pemain juga, ada sesuatu yang lebih dari sekadar tiga poin. Ini malam besar bagi kami,” tambahnya.
Kembalinya El Carnicero
Laga lawan Leeds akan jadi pertandingan kompetitif pertama bagi United setelah jeda 24 hari. Sementara, tim tamu punya momentum positif setelah menaklukkan West Ham United di perempat final Piala FA lewat adu penalti pada Minggu (5/4) pekan lalu.
Tapi, United juga punya kabar positif. Bek tengah Lisandro Martinez kembali berlatih penuh dan berpeluang tampil.
Sebelumnya, dia absen sejak Februari akibat cedera ACL. Kembalinya El Carnicero -julukan Martinez- cukup krusial. Sebab Harry Maguire harus absen akibat akumulasi kartu.
“Dia sudah kembali berlatih dan kembali ke lapangan, itu bagus sekali. Tetapi kami harus membuat keputusan yang tepat dan memastikan dia siap,” ucap Carrick.
Di luar lapangan, Carrick terus mendapat kepercayaan dari manajemen United. Meski berstatus pelatih interim dan belum pasti dipertahankan, dia tetap dilibatkan langsung dalam perencanaan bursa transfer musim panas.
“Saya sudah bilang sejak awal, saya bagian dari itu dan saya mencoba memperbaiki banyak hal,” kata Carrick. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO