Buka konten ini

BINTAN (BP) – Penampakan seekor buaya di parit dekat Perumahan Telaga Surya, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, masih menyisakan keresahan. Warga pun turun tangan. Mereka menyisir saluran air di sekitar permukiman, Minggu (12/4).
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Warga menyibak semak, memeriksa lubang, hingga mengamati setiap sudut parit.
Ketua RT setempat, Januaris, mengatakan penyisiran juga diperluas hingga ke area tikungan jalan di bawah Perumahan Oeban Village, sampai ke belakang Perumahan PBI Tanjunguban.
“Kita sudah sisir sepanjang jalan, mulai dari tikungan yang dulu sering banjir di bawah Oeban Village sampai ke belakang Perumahan PBI,” ujarnya.
Namun, upaya yang berlangsung beberapa jam itu belum membuahkan hasil. Buaya yang sebelumnya sempat terlihat belum ditemukan.
Meski demikian, pencarian tidak akan dihentikan. Warga berencana melanjutkan penyisiran pada Senin (13/4) dengan melibatkan pihak Kelurahan Tanjunguban Utara.
Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, juga memastikan pihaknya telah melakukan penyisiran di lokasi yang sama. Hasilnya masih nihil. “Kita sudah lakukan penyisiran, tapi belum ditemukan,” katanya.
Ia mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama orang tua agar mengawasi anak-anak dan tidak bermain di sekitar parit. “Kita minta orang tua lebih ekstra mengawasi anak-anak agar tidak bermain di parit,” pesannya. Sebelumnya, video penampakan buaya di parit kawasan Tanjunguban viral di media sosial pada Jumat (10/4) dan memicu kekhawatiran warga.
Dalam video berdurasi 19 detik itu, terlihat seekor buaya berada di dalam parit dekat permukiman.
Salah seorang warga, Yono, mengaku awalnya mengira hewan tersebut adalah biawak saat ia mencuci piring di belakang rumah. Namun, saat didekati dan diusir menggunakan sekop, hewan itu justru membuka mulut lebar.
“Saya kira biawak. Tapi waktu didekati, dia buka mulut. Baru sadar itu buaya,” ujarnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY