Buka konten ini

TOKYO (BP) – Pemerintah Jepang menilai percepatan pengembangan senjata Korea Utara (Korut) kini menjadi ancaman yang semakin serius dan mendesak bagi keamanan nasional.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyampaikan hal tersebut menyusul serangkaian uji coba senjata yang dilakukan Pyongyang pada awal pekan ini.
Koizumi merujuk laporan media Korea Utara yang menyebutkan negara itu menguji berbagai sistem persenjataan selama tiga hari, sejak Senin (6/4) hingga Rabu (8/4). Uji coba tersebut termasuk rudal balistik yang dilengkapi hulu ledak bom tandan.
“Kami menilai pengembangan nuklir dan rudal Korut, termasuk peluncuran terbaru, sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan Jepang serta komunitas internasional. Ini tidak dapat kami terima,” tegas Koizumi dalam konferensi pers, Jumat (10/4).
Selain itu, Jepang juga menilai Korea Utara terus memperkuat kemampuan militer konvensionalnya.
Sebelumnya, militer Korea Selatan melaporkan telah mendeteksi sejumlah rudal balistik yang diluncurkan Korea Utara ke arah Laut Jepang.
Koizumi memastikan Jepang akan terus memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, serta komunitas internasional guna mendorong implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang penggunaan teknologi rudal balistik oleh Koea Utara.
Di sisi lain, Koizumi menolak berkomentar terkait protes Rusia atas investasi perusahaan Jepang di perusahaan Ukraina yang mengembangkan drone pencegat. Ia menyebut hal tersebut berkaitan dengan sensitivitas diplomatik dan aktivitas sektor swasta.
Saat ditanya soal kemungkinan pembelian drone buatan Ukraina, Koizumi menegaskan bahwa setiap keputusan pengadaan dilakukan melalui prosedur yang transparan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional, biaya, pemeliharaan, serta kondisi keamanan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY