Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Harga tiket pesawat Wings Air rute Batam–Letung melonjak dalam dua hari terakhir. Kenaikan ini langsung dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sebelumnya, harga tiket berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp1,6 juta per orang. Kini, harganya merangkak naik menjadi Rp1,8 juta hingga Rp1,9 juta.
Kenaikan tersebut disebut-sebut dipicu lonjakan harga avtur. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menyampaikan bahwa harga avtur naik hingga 70 persen akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Namun, pihak Bandara Letung belum dapat memastikan kaitan langsung antara kenaikan harga avtur dengan lonjakan tarif tiket tersebut.
Kepala Bandara Letung, Denny Armanto, membenarkan adanya kenaikan harga tiket untuk rute Batam–Letung. Ia menyebutkan, perubahan tarif dapat dilihat langsung melalui aplikasi pemesanan tiket.
“Kalau soal pengaruh avtur, saya belum bisa memastikan. Tapi kalau dilihat di aplikasi seperti Traveloka, harga tiket sekarang sudah di kisaran Rp1,8 juta sampai Rp1,9 juta,” ujarnya, Jumat (10/4).
Denny menjelaskan, tingkat keterisian penumpang dari Batam menuju Letung saat ini meningkat, dengan okupansi kursi mencapai sekitar 70 persen.
Sebaliknya, penerbangan dari Letung menuju Batam masih relatif sepi, dengan tingkat keterisian di bawah 50 persen.
Rute Batam–Letung dilayani maskapai Wings Air menggunakan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 72 penumpang.
Sementara itu, rute Tanjungpinang–Letung yang dilayani Susi Air tidak mengalami kenaikan harga karena mendapat subsidi dari pemerintah.
“Harga tiket Susi Air dari Tanjungpinang sekitar Rp608 ribu, dan dari Letung Rp556 ribu,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingkat keterisian kursi pada penerbangan Susi Air hampir selalu penuh karena tarifnya lebih terjangkau.
Denny juga menyebutkan, Bandara Letung tidak menyediakan pengisian avtur. Biasanya, pesawat sudah mengisi bahan bakar penuh dari bandara asal sebelum terbang ke Letung.
Di sisi lain, masyarakat Anambas mengaku terbebani dengan tingginya biaya perjalanan udara. Selain tiket pesawat yang mahal, penumpang juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi lanjutan.
Seorang warga, Afrizal, mengungkapkan total biaya perjalanan bisa mencapai Rp2,3 juta per orang. Rinciannya, tiket kapal dari Tarempa ke Letung sekitar Rp200 ribu, serta ongkos taksi dari Pelabuhan Padang Melang sekitar Rp100 ribu.
“Belum lagi biaya transportasi lainnya. Bisa habis Rp2,3 juta hanya untuk satu orang,” ujarnya.
Ia mengaku hanya akan menggunakan pesawat jika ada keperluan mendesak. Untuk perjalanan biasa, ia lebih memilih kapal laut yang biayanya lebih terjangkau.
“Kalau tidak mendesak, saya pilih naik kapal saja. Lebih hemat,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menekan harga tiket pesawat, seperti menambah subsidi, membuka rute baru, serta menjaga tarif tetap terjangkau agar mobilitas warga kepulauan tidak terganggu. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY