Buka konten ini

BATAM (BP) – Suasana pagi di Dataran Engku Putri, Batam Center, tampak lebih hidup dari biasanya. Di tengah semarak pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XXXIV Kota Batam, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, resmi membuka Bazar PKK, pada Jumat (10/4).
Bazar ini tak sekadar pelengkap agenda MTQH. Mereka mengusung tema “Menuju UMKM yang Berdaya Saing dan Go Global dalam Kota Batam yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah”, kegiatan ini pun menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tampil, tumbuh, dan diuji daya saingnya.
Pembukaan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Erdawati Firmansyah, para asisten, pimpinan OPD, camat se-Kota Batam, hingga jajaran PKK dan Dharma Wanita.
Amsakar menegaskan arah pembangunan Batam tidak lagi semata bertumpu pada beton dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh denyut ekonomi masyarakat, khususnya UMKM lokal.
“Pembangunan itu mencakup tiga hal, menghadirkan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada, dan memberdayakan. Dalam konteks ini, UMKM harus didorong untuk naik kelas,” ujar dia
Ia mengingatkan, bazar semacam ini tidak boleh berhenti sebagai rutinitas tahunan yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, harus ada dampak nyata yang dirasakan pelaku usaha.
“Harus ada evaluasi. Sejauh mana kegiatan ini benar-benar memberi kontribusi pada pemberdayaan UMKM,” katanya tegas.
Amsakar juga memaparkan berbagai tantangan klasik yang masih membelit pelaku UMKM, mulai dari manajemen usaha yang belum tertata, keterbatasan modal, strategi pemasaran yang lemah, hingga kualitas kemasan dan adaptasi digital yang belum maksimal.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah tidak sekadar hadir, tetapi terlibat aktif memberikan dukungan konkret.
“Kalau persoalan ini bisa kita jawab bersama, UMKM Batam akan tumbuh lebih cepat dan kuat,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan UMKM menjadi bagian dari arah besar pembangunan Batam hari ini. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menggulirkan berbagai program sosial dan ekonomi, seperti bantuan bagi lansia, seragam sekolah gratis, bantuan modal usaha tanpa bunga hingga Rp20 juta, serta beasiswa bagi pelajar berprestasi.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menekankan pentingnya kolaborasi hingga ke tingkat paling bawah. Peran lurah dan camat dinilai menjadi kunci dalam membina dan mendampingi pelaku UMKM di wilayah masing-masing.
“Kalau kita bergerak bersama, kita optimistis UMKM Batam bisa naik kelas dan lebih berdaya saing,” ujarnya.
Bazar PKK ini pun menjadi etalase kecil dari semangat besar itu, mengangkat produk lokal, memperluas jejaring, dan perlahan mendorong UMKM Batam menatap pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke tingkat global. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI