Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Gibran menegaskan, gagasan tersebut tidak sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pemerintah tetap menghargai pandangan yang disampaikan Jusuf Kalla, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Namun, ia menekankan bahwa Presiden telah memberikan arahan tegas agar harga BBM bersubsidi tetap dijaga demi melindungi masyarakat kecil.
Gibran menjelaskan, fokus pemerintah saat ini adalah melakukan efisiensi serta penataan ulang anggaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah dampak berantai dari kenaikan BBM, seperti melonjaknya harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong percepatan transisi menuju energi bersih, termasuk penggunaan kendaraan listrik. Ia menyebut, komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik oleh Presiden di Magelang.
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengusulkan kenaikan harga BBM dengan mencontoh kebijakan pada periode 2005–2006 saat terjadi krisis. Ia menilai, kenaikan harga dapat menekan konsumsi karena masyarakat akan lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar.
Meski demikian, JK juga mengajak masyarakat untuk menghemat energi, termasuk dengan memprioritaskan penggunaan transportasi umum serta mengurangi konsumsi energi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, kondisi saat ini turut dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kenaikan harga BBM global yang berada di luar kendali pemerintah. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO