Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) — Lonjakan harga avtur hingga 70 persen mulai terasa langsung di kantong masyarakat. Tarif tiket pesawat dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang ke Jakarta kini menembus Rp2,3 juta untuk sekali terbang.
Kenaikan ini terjadi dalam waktu singkat dan dipicu meningkatnya biaya operasional maskapai akibat lonjakan harga bahan bakar pesawat.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara RHF Tanjungpinang, Mohammad Setiadi Dermawan Wakan, menyebutkan secara umum harga tiket mengalami kenaikan sekitar 40 persen.
“Untuk Batik Air naik sekitar Rp400 ribu per tiket. Sementara Citilink naik antara Rp350 ribu hingga Rp380 ribu,” ujarnya, Kamis (9/4).
Saat ini, tiket Citilink rute Tanjungpinang–Jakarta berada di kisaran Rp1,7 juta. Sedangkan Batik Air mencapai Rp1,8 juta hingga Rp2,3 juta per tiket, tergantung waktu pemesanan dan ketersediaan kursi.
Meski demikian, kenaikan belum merata pada seluruh rute. Untuk penerbangan antarpulau, seperti yang dilayani Susi Air, tarif masih relatif stabil.
“Untuk Susi Air belum ada kenaikan. Kemungkinan ada, tapi besarannya belum bisa dipastikan karena maskapai tersebut mendapat subsidi pemerintah,” katanya.
Dari sisi jumlah penumpang, pihak bandara belum melihat dampak signifikan. Hal ini dipengaruhi pola pembelian tiket yang umumnya dilakukan jauh hari sebelum keberangkatan.
Namun, dampak langsung justru terasa di sektor kargo. Biaya angkut yang meningkat membuat volume pengiriman barang anjlok drastis.
“Kargo sudah terlihat turun. Biasanya bisa sampai 30 ton, sekarang turun lebih dari 50 persen,” ungkapnya.
Kondisi ini sejalan dengan tren yang terjadi di Batam. Harga tiket pesawat dari Batam ke sejumlah daerah juga mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah rute populer seperti Padang, Pekanbaru, hingga Jakarta mengalami kenaikan hingga ratusan ribu rupiah dibandingkan harga normal.
Mira, warga Batam Center, mengaku terkejut saat melihat harga tiket tujuan Sumatra Barat yang kini berada di kisaran Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta.
“Biasanya cuma Rp800 ribu sampai Rp900 ribu. Ini sudah seperti harga Lebaran,” ujarnya.
Ia menyebutkan, beberapa hari sebelumnya harga masih di kisaran Rp800 ribuan. Namun saat dicek kembali, tarif melonjak tajam.
Hal serupa terjadi pada rute ke Pekanbaru yang kini juga menembus di atas Rp1 juta.
“Biasanya cuma Rp500 ribu sampai Rp600 ribu,” katanya.
Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, membenarkan adanya penyesuaian tarif di sejumlah rute.
“Memang sudah ada kenaikan di beberapa rute, tetapi belum semuanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kenaikan tersebut mengikuti kebijakan yang memberi ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan tarif hingga batas tertentu.
“Aturannya memungkinkan kenaikan sampai 38 persen dari batas sebelumnya,” jelasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL – YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK