Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Insiden penganiayaan terhadap seorang guru terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas. Seorang guru SMP Negeri 1 Siantan, Meta Diana, menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh siswanya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/4) di ruang majelis guru SMP Negeri 1 Siantan. Kejadian ini sempat menghebohkan lingkungan sekolah dan menjadi perhatian pihak kepolisian.
Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, mengatakan laporan diterima dari korban pada Rabu (8/4) dan langsung ditindaklanjuti.
“Korban datang melapor ke Polsek Siantan, dan kasus ini langsung kami tangani,” ujar Dodi, Kamis (9/4). Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden bermula saat korban menyita empat unit handphone milik siswa yang kedapatan membawanya ke sekolah, melanggar aturan yang berlaku.
Tak terima dengan penyitaan tersebut, para siswa kemudian mendatangi korban di ruang majelis guru untuk meminta penjelasan. Situasi sempat memanas saat emosi para siswa memuncak.
Salah satu siswa berinisial NPA kemudian melakukan tindakan kekerasan. Ia menendang korban satu kali, lalu memukul bagian kepala korban menggunakan tangan.
Usai melakukan aksinya, pelaku meninggalkan lokasi tanpa menyampaikan permintaan maaf. Korban yang merasa dirugikan akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan itu, polisi memanggil pelaku bersama tiga siswa lainnya yang turut terlibat, serta orang tua masing-masing untuk dimintai keterangan.
Pihak kepolisian kemudian memfasilitasi mediasi antara korban dan pelaku sebagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.
Pelaku juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Polisi turut memberikan pembinaan kepada para siswa, serta mengingatkan orang tua agar lebih mengawasi perilaku anak-anak mereka.
Kapolsek Siantan mengimbau para pelajar untuk menghormati guru dan menaati aturan sekolah.
“Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi semua pihak,” tegasnya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY