Buka konten ini

BATAM (BP) — Tahapan pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Batam mulai bergulir. Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Batam pada 21 April 2026, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci sehari berselang.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Syahbudi, memastikan seluruh persiapan telah rampung dan jadwal keberangkatan sudah final.
“Jemaah mulai masuk asrama pada 21 April, dan keesokan harinya langsung diberangkatkan melalui Bandara Hang Nadim Batam. Jadwal ini sudah sesuai hasil koordinasi dengan maskapai,” ujarnya, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap berdasarkan pembagian kelompok terbang (kloter). Tahun ini, Embarkasi Batam akan melayani 25 kloter dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari sisi kesiapan, Syahbudi menyebut mayoritas jemaah telah memenuhi seluruh persyaratan, mulai dari administrasi, dokumen perjalanan, hingga pemeriksaan kesehatan.
“Alhamdulillah, secara umum jemaah sudah siap. Tinggal pemantapan menjelang keberangkatan, terutama kondisi kesehatan dan kesiapan fisik,” katanya.
Meski demikian, pemantauan tetap diperketat, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Di sisi lain, kesiapan Asrama Haji Batam juga dipastikan optimal. Seluruh fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga layanan kesehatan.
“Asrama Haji Batam siap 100 persen. Fasilitas dan alur penerimaan jemaah sudah kami siapkan agar proses berjalan lancar,” tegasnya.
Koordinasi lintas instansi pun terus diperkuat, melibatkan pihak imigrasi, karantina kesehatan, hingga petugas penerbangan, guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional.
Dengan kesiapan tersebut, proses pemberangkatan JCH Embarkasi Batam diharapkan berlangsung lancar, aman, dan tertib hingga seluruh jemaah tiba di Tanah Suci.
Layanan Diperkuat Digitalisasi dan Pengawasan
Pemerintah pusat juga memperkuat kualitas layanan haji tahun ini melalui berbagai terobosan. Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan komitmen peningkatan layanan dilakukan lewat digitalisasi, transparansi, serta pengawasan ketat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah peluncuran aplikasi Persiapan Haji yang kini hampir rampung. Aplikasi ini dirancang untuk membantu kesiapan jemaah melalui sistem layanan berbasis digital.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menghadirkan inovasi berupa aplikasi Haji dan Umrah Store, yang memudahkan jemaah memenuhi kebutuhan selama ibadah tanpa terganggu urusan logistik maupun belanja.
“Aplikasi ini kami hadirkan agar jemaah bisa lebih fokus beribadah. Kebutuhan tetap terpenuhi, tapi tidak mengganggu kekhusyukan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas di Arab Saudi, distribusi kartu Nusuk juga akan dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan. Langkah ini diharapkan mengurangi kendala yang selama ini kerap terjadi di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap kebijakan, termasuk dalam pemilihan vendor layanan haji.
Dari sisi pengawasan, Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR RI terus melakukan evaluasi langsung. Jika ditemukan fasilitas yang tidak sesuai standar, seperti hotel yang tidak layak, maka akan segera ditindaklanjuti hingga dilakukan penggantian.
Sejumlah persoalan pada penyelenggaraan haji sebelumnya juga menjadi perhatian serius. Mulai dari terpisahnya anggota keluarga, keterlambatan distribusi kartu Nusuk, layanan konsumsi saat hari tasyrik, hingga transportasi jemaah.
“Permasalahan tersebut tidak boleh terulang. Tidak ada toleransi,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai bagian dari ibadah.
“Layani jemaah dengan keikhlasan. Insyaallah akan menghadirkan keberkahan. Kami optimistis penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan penuh berkah,” pungkasnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK