Buka konten ini

ANGGOTA DPRD Kepri, Rudy Chua, menyoroti kebijakan PLN Batam yang tidak melakukan pemadaman listrik di Batam saat Pulau Bintan, khususnya Tanjungpinang, mengalami pemadaman bergilir.
Ia menilai, kondisi tersebut mencederai komitmen pembagian beban defisit dalam skema interkoneksi listrik Batam–Bintan.

Pemadaman listrik terjadi di Tanjungpinang dan wilayah Pulau Bintan sejak Rabu (8/4). Gangguan tersebut dipicu masalah suplai gas dari Jambi ke pembangkit PLN Bright Batam.
“Seharusnya tidak ada lagi defisit yang menyebabkan pemadaman di Bintan, karena kekurangan gas di Batam sudah dibantu oleh PLN pusat,” ujar Rudy, Kamis (9/4).
Menurutnya, sejak awal interkoneksi Batam–Bintan telah disepakati bahwa jika terjadi defisit listrik, maka beban akan ditanggung bersama melalui pemadaman secara proporsional di kedua wilayah.
Namun, berdasarkan pemantauan, pemadaman hanya terjadi di Bintan, sementara Batam tetap menyala normal.
“Dari pemantauan, Batam tidak mengalami pemadaman. Artinya, seluruh beban defisit dibebankan ke Bintan,” tegasnya.
Rudy menilai kondisi tersebut melanggar komitmen awal yang telah disepakati bersama. Ia pun mendesak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk segera mendorong kemandirian kelistrikan di Bintan.
Salah satunya dengan mempercepat realisasi pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2×100 megawatt (MW) yang telah lama direncanakan.
Sementara itu, pihak PLN Tanjungpinang memastikan kondisi suplai listrik kini telah kembali normal. Pemadaman yang terjadi sebelumnya disebabkan kendala pada pembangkit di Batam.
Perwakilan Bidang Niaga UP3 PLN Tanjungpinang, Budimansyah, mengatakan kebutuhan listrik di Pulau Bintan mencapai sekitar 115 MW per hari. Namun, saat gangguan terjadi, suplai mengalami penurunan hingga 45 MW, sehingga memicu pemadaman bergilir.
“Suplai sempat tidak terpenuhi secara penuh, meski sudah dibantu dari Tanjungpinang,” ujarnya.
Ia memastikan saat ini tidak ada lagi pemadaman, seiring pembangkit listrik di Batam yang telah kembali beroperasi normal. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab gangguan suplai tersebut.
“Kami belum mendapat informasi detail, karena yang mengetahui ada di Batam,” pungkasnya.
PLN Batam: Pasokan Gas Terganggu
Sementara itu, Humas PLN Batam, Yoga, menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik dipicu oleh penghentian sementara aliran gas dari Sumur Jambi Merang di Sumatera Selatan sejak Selasa (6/4). Kondisi yang disebut zero flow itu menyebabkan penurunan pasokan sekitar 20 BBTUD, setara dengan potensi pembangkitan sekitar 100 megawatt (MW).
“Sebagaimana diketahui, sekitar 85 persen pembangkit di Batam berbasis gas. Ketika pasokan gas terganggu, secara otomatis sistem mengalami defisit,” ujar Yoga, Kamis (9/4).
Akibat keterbatasan tersebut, PLN Batam melakukan manajemen beban dengan mengurangi transfer listrik ke Bintan. Pasokan dari Batam tidak dapat disalurkan secara penuh karena pembangkit berbasis gas tidak memperoleh suplai dari Jambi.
Namun, kondisi tersebut kini mulai membaik setelah adanya dukungan pasokan gas dari sumber lain yang difasilitasi oleh PLN pusat.
“Saat ini suplai listrik ke Bintan dari Batam sudah kembali normal,” kata Yoga.
Meski demikian, ketidakpastian pasokan energi masih membayangi dalam beberapa pekan ke depan. Perbaikan infrastruktur di Sumur Jambi Merang diperkirakan membutuhkan waktu antara 20 hingga 30 hari hingga aliran gas kembali normal.
PLN Batam mengaku terus berkoordinasi intensif dengan unit terkait di wilayah Bintan maupun pusat guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan. Sejumlah langkah mitigasi tengah disiapkan, termasuk mencari alternatif pasokan energi untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan.
“Koordinasi terus kami lakukan untuk memastikan keandalan suplai, termasuk menyiapkan skema jika kondisi serupa kembali terjadi,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, isu kemandirian energi di Bintan kembali mencuat.
Ketergantungan terhadap pasokan listrik dari Batam dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat wilayah tersebut rentan terdampak ketika terjadi gangguan pada sumber energi di hulu sistem pembangkitan. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL – AZIS MAULANA
Editor : GUSTIA BENNY