Buka konten ini

BINTAN (BP) – Angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah Bintan, Selasa (7/4), menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan di tiga kecamatan berbeda.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat, rumah terdampak tersebar di Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, dan Teluk Sebong.
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Patimura, Kampung Paya Lebar, Tanjunguban. Rumah milik Parulian Togatorop tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang.
Akibatnya, bagian dapur dan kamar mengalami kerusakan. Kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta.
“Kerugian sekitar Rp3 juta,” ujar Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi, Rabu (8/4).
Petugas Damkar Tanjunguban bersama warga setempat langsung melakukan evakuasi dengan membersihkan material rumah serta memotong ranting pohon yang tumbang.
Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Seri Kuala Lobam. Rumah milik Wira di Kampung Harapan RT 003 RW 001, Desa Teluk Sasah, mengalami kerusakan cukup parah setelah atapnya terangkat angin.
Warga bersama pemerintah setempat telah bergotong royong membersihkan puing-puing dan mengamankan barang-barang milik korban.
Sementara itu, di Kecamatan Teluk Sebong, rumah milik Karno di Gang Kondang, Kampung Rambutan, Desa Sebong Pereh, mengalami kerusakan pada bagian dinding belakang setelah diterjang angin kencang.
Karno mengatakan, dinding rumahnya yang terbuat dari seng dan asbes rusak, bahkan tiang kayu penyangga juga patah. “Tiang-tiang rumah dari kayu ikut patah,” ujarnya.
Saat ini, Karno terpaksa bertahan di bagian dapur yang terbuat dari beton, yang merupakan bantuan program bedah rumah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bintan.
BPBD Bintan telah melakukan asesmen terhadap kerusakan di tiga lokasi tersebut, sekaligus menghitung kebutuhan bantuan bagi korban terdampak.
“Kami masih melakukan penilaian kerusakan dan kebutuhan dasar sebagai acuan tindak lanjut,” kata Agus.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam dua hari ke depan, berupa hujan deras yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Potensi dampak yang perlu diwaspadai antara lain banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.
Masyarakat juga diminta untuk memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY