Buka konten ini

SEOUL (BP) – Korea Selatan dan Indonesia menyepakati secara prinsip rencana penyerahan satu dari enam prototipe jet tempur KF-21 Boramae ke Jakarta, seiring proyek pengembangan bersama yang hampir rampung.
Anggota parlemen Korea Selatan, Kang Dae-sik, mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut tercapai dalam pembicaraan pada Februari lalu, mengacu pada dokumen dari badan pengadaan pertahanan.
Prototipe yang akan diserahkan merupakan varian satu kursi yang digunakan untuk uji verifikasi, termasuk pengisian bahan bakar di udara.
Nilai penyerahan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 600 miliar won atau setara Rp6,8 triliun. Angka itu mencakup nilai pesawat sekitar 350 miliar won (Rp3,9 triliun) serta biaya pengembangan lainnya.
Kesepakatan ini muncul menjelang rampungnya proyek pengembangan KF-21 yang telah berjalan lebih dari satu dekade dan ditargetkan selesai pada Juni mendatang.
Proyek KF-21 sendiri diluncurkan Korea Selatan pada 2015 untuk mengembangkan jet tempur supersonik buatan dalam negeri.
Indonesia kemudian bergabung sebagai mitra dengan skema berbagi biaya, sebagai imbalan atas transfer teknologi, prototipe, dan kerja sama lainnya.
Badan Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan diperkirakan akan menetapkan jadwal penyerahan prototipe beserta dokumen teknologi setelah Indonesia melunasi kontribusi sebesar 600 miliar won.
Awalnya, Indonesia menyepakati kontribusi sekitar 20 persen dari total biaya proyek. Namun, belakangan Indonesia mengusulkan penurunan kontribusi dengan konsekuensi pengurangan porsi transfer teknologi.
Pada Juni tahun lalu, kedua negara menandatangani kesepakatan akhir terkait penyesuaian kontribusi tersebut.
Selain rencana penyerahan prototipe, Seoul juga dilaporkan tengah bernegosiasi dengan Jakarta untuk penandatanganan kontrak ekspor 16 unit KF-21. Jika terealisasi, ini akan menjadi penjualan perdana jet tempur tersebut ke luar negeri. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY