Buka konten ini

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan membidik peningkatan kunjungan wisatawan nusantara, khususnya dari Batam. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah mempermudah akses kendaraan berpelat Batam, termasuk yang berstatus Free Trade Zone (FTZ), untuk masuk ke wilayah Bintan.
Kepala Disbudpar Bintan, Arief Sumarsono, mengatakan tren kunjungan wisatawan domestik ke Bintan terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Disbudpar, jumlah wisatawan nusantara naik dari sekitar 400 ribu orang pada 2024 menjadi sekitar 600 ribu orang pada 2025.
“Kunjungan wisatawan nusantara ke Bintan memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Menurut Arief, Batam menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan domestik ke Bintan. Wisatawan biasanya menyeberang melalui Pelabuhan Bulang Linggi menggunakan speed boat atau melalui Pelabuhan ASDP Tanjunguban dengan kapal RoRo.
Ia melihat potensi besar wisatawan dari Batam yang membawa kendaraan pribadi ke Bintan. Karena itu, kemudahan akses bagi kendaraan berpelat Batam dinilai dapat mendorong peningkatan kunjungan secara signifikan.
“Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata,” jelasnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tetap harus didukung regulasi yang jelas, seperti penerapan surat jalan atau izin resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Arief menilai, kemudahan akses ini akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha pariwisata, UMKM, serta sektor pendukung lainnya di Bintan.
“Selain itu, kebijakan ini juga akan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kepulauan Riau dan meningkatkan daya tarik Bintan sebagai destinasi wisata domestik,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Disbudpar, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti instansi keamanan, perhubungan, serta otoritas kawasan, guna memastikan kebijakan berjalan tertib dan sesuai regulasi.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang baik, kebijakan ini dapat menjadi solusi dalam mendorong kebangkitan sektor pariwisata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutupnya. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY