Buka konten ini

INGGRIS (BP) – Sir Craig Reedie, mantan Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dikenal sebagai sosok kunci di balik masuknya bulu tangkis ke Olimpiade, meninggal dunia pada usia 84 tahun, Selasa (7/4).
Dalam pernyataan resmi, BWF menyampaikan duka mendalam atas kepergian Reedie. Selain pernah menjabat Presiden, ia juga dikenal sebagai Wakil Presiden Kehormatan Seumur Hidup BWF. Reedie dikenang sebagai tokoh berpengaruh dalam tata kelola olahraga dunia, termasuk kiprahnya di Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
“Sir Craig adalah sosok yang membuka pintu Olimpiade untuk bulu tangkis. Saat menjabat Presiden IBF (sekarang BWF), ia memperjuangkan agar bulu tangkis masuk program Olimpiade, dan hal itu terwujud pada Barcelona 1992,” kata Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul.
Menurut Khunying, kontribusi Reedie tidak berhenti setelah masa jabatannya. Ia terus aktif memberikan pandangan dan dukungan bagi perkembangan bulu tangkis di level internasional.
“Setiap pemain bulu tangkis yang pernah tampil di Olimpiade memiliki jejak kontribusi Sir Craig di dalamnya. Ia selalu siap memberikan nasihat dan dukungan bagi olahraga ini,” tambahnya.
Sebelum menjadi administrator, Reedie adalah atlet bulu tangkis yang pernah mewakili Skotlandia dan Britania Raya dalam berbagai kompetisi internasional. Setelah pensiun sebagai atlet, ia aktif dalam kepengurusan federasi bulu tangkis Skotlandia dan membantu penyelenggaraan sejumlah turnamen internasional, sehingga bulu tangkis makin dikenal dunia.
Pada 1981, Reedie menjadi Presiden termuda International Badminton Federation (IBF) pada usia 40 tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia menjaga stabilitas organisasi sekaligus mendorong pengakuan bulu tangkis sebagai cabang olahraga Olimpiade yang disahkan IOC pada 1985.
Reedie bahkan melakukan pendekatan langsung ke Presiden IOC saat itu, Juan Antonio Samaranch, dengan mengundangnya ke final Kejuaraan Dunia IBF 1983. Momentum itu menjadi salah satu kunci menuju debut bulu tangkis di Barcelona 1992.
Selain kiprahnya di Olimpiade, Reedie juga mendorong era profesional bulu tangkis dengan memperbolehkan atlet menerima hadiah uang dan memperkenalkan turnamen World Grand Prix, cikal bakal BWF World Tour saat ini.
Setelah bergabung dengan IOC pada 1994, Reedie terus berkontribusi jadi direktur panitia Olimpiade dan Paralimpiade London 2012. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO