Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menggelar razia gabungan dan tes urine terhadap petugas serta warga binaan, Senin (6/4), guna memastikan lingkungan lapas tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dan dilakukan serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Indonesia dengan melibatkan aparat penegak hukum.
Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Batam, Andre Silalahi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
“Kegiatan ini merupakan sinergi dengan aparat penegak hukum guna memastikan lingkungan lapas tetap aman dan kondusif, sekaligus sebagai upaya pemberantasan narkoba,” ujarnya.
Pada tahap awal, sebanyak 200 warga binaan dan 141 petugas mengikuti tes urine. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh warga binaan menjalani tes dengan waktu pelaksanaan yang bersifat acak.
“Dilakukan bertahap hingga seluruh warga binaan menjalani tes. Untuk waktunya dilakukan secara acak,” kata Andre.
Selain tes urine, petugas juga melakukan razia di sejumlah blok hunian warga binaan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan barang terlarang di dalam lapas.
Andre menegaskan, seluruh hasil tes urine pada tahap pertama menunjukkan hasil negatif.
“Dalam razia pertama tidak ditemukan barang terlarang, dan hasil tes urine seluruhnya negatif,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Lapas Batam juga memusnahkan barang bukti narkotika hasil sitaan selama satu tahun terakhir.
Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
“Tindakan tegas ini bukan hanya seremonial, tetapi langkah nyata untuk mewujudkan Lapas Batam yang bersih dari barang terlarang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas seluruh petugas dalam memberikan pelayanan profesional serta pembinaan yang humanis kepada warga binaan.
“Kegiatan ini diharapkan membuat seluruh jajaran semakin solid dalam menjaga marwah institusi serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan dengan kerja nyata dan pelayanan prima,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALH ADI SAPUTRO