Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Aksi balap liar di Kota Batam kembali meresahkan warga, khususnya di kawasan Sekupang, karena kerap berlangsung sejak sore hingga malam hari dan membahayakan pengguna jalan.
Warga mengeluhkan ulah sejumlah remaja yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum. Selain berisiko bagi pelaku, aksi tersebut juga mengganggu ketenangan lingkungan serta membahayakan pengendara lain.
Psikolog Irfan Aulia menilai maraknya balap liar di kalangan remaja tidak terlepas dari pengaruh lingkungan dan pergaulan.
“Paling gampang itu anak akan mencontoh orang sekitar. Mereka dipengaruhi pergaulan, sehingga akhirnya ikut balap-balapan,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurut Irfan, remaja yang kerap melihat teman sebayanya terlibat balap liar cenderung terdorong untuk ikut, terutama jika tidak ada pengawasan dari keluarga.
Ia menegaskan, peran orangtua menjadi faktor utama dalam mencegah anak terlibat dalam aksi tersebut. Orangtua diminta lebih tegas mengawasi aktivitas anak, khususnya pada sore hingga malam hari.
“Dalam persoalan balap liar ini, orangtua harus tegas. Lingkungan sekitar juga harus ikut mengawasi. Jangan sampai anak dibiarkan keluar tanpa tahu aktivitasnya,” katanya.
Selain pengawasan, remaja juga perlu diarahkan pada kegiatan yang lebih positif agar energi dan waktu mereka tersalurkan dengan baik.
“Anak harus diberikan aktivitas fisik di luar balap-balapan, seperti olahraga, kegiatan komunitas, maupun aktivitas sekolah. Intinya ada pada ketegasan orangtua dalam mengarahkan dan mengawasi anak,” tutupnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALH ADI SAPUTRO